Tinggalkan komentar

Gumam

Aku belum mencintai Muhammad

Kafil Yamin

SEPERTI Muslim lain, aku mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad – sedikitnya lima kali sehari. Dan kalau ada orang melecehkan beliau, darahku naik ke ubun-ubun.

Tapi untuk menyatakan bahwa aku mencintai nabi pamungkas itu, aku belum mampu – karena memang aku belum mencintainya. Baca lanjut

 

Agama tanpa ruh

Kafil Yamin

AGAMA, pada banyak hal, bisa dipakai untuk menyalurkan sifat buruk lalu memberinya cap ‘baik’. Karena itulah banyak orang beragama.

Nafsu memburu harta dibajui jadi ‘semangat mencari rizki’. Bahkan ada yang agak lebai: “Mencari rizki untuk anak istri juga jihad lho.”

Kita mengesahkan sifat materilstik kita dengan agama. Alam bawah sadar para pendoa meminta kepada Tuhan kekayaan materi – tak lain dan tak bukan. Ketika seorang hamba berucap: “Limpahkan kepada kami rizki,” di kepalanya tergambar mobil seri terbaru, rumah hasil renovasi, dan saldo rekening yang aman untuk sepuluh tahun ke depan. Baca lanjut…

Menjadi manusia paripurna detik ini juga

Kafil Yamin

UMUMnya, semakin berumur orang semakin agamis. Mungkin ini sebuah hukum pertumbuhan manusia. Kanak-kanak sampai muda, perhatian dan pandangan lebih ‘keluar’ diri: mencontoh orang-orang ‘sukses’, meningkatkan kebisaan, membuat capaian [prestasi]. Memasuki dewasa, mulai mendaki puncak karir, mengumpulkan kekayaan, membangun reputasi. Tua, mulai rajin ke mesjid; ikut pengajian; bersadaqah. Baca lanjut

Membeli tak butuh, makan tak lapar

Kafil Yamin

SEWAKTU pulang dari sebuah acara reuni di Purwakarta, saya naik bus menuju Bogor. Sebelum masuk tol Cikampek, bus ngetem dulu di beberapa penghentian. Taulah, di setiap penghentian itu, para pedagang asongan naik turun bergiliran, dengan barang yang itu-itu juga: tahu, kacang, minuman botol, jeruk. Baca lanjut..

Aku mimpi aku bisa

Kafil Yamin

BELAKANGAN ini, banyak sekali pelatihan dan tulisan-tulisan untuk memotivasi diri. Intinya, orang harus percaya bahwa dirinya mampu mencapai impannya, bisa melakukan hal-hal yang hebat. Modalnya utamanya, tanamkan sugesti kepada diri sendir bahwa ‘aku bisa’, ‘aku istimewa’, ‘aku punya daya tarik’, ‘alam semesta mendukungku’ dan seterusnya. Aku..aku..aku. Baca lanjut

Dunia milik mereka yang berbuat

Kafil Yamin

Tak sedikit yang bertanya-tanya, bagaimana bisa orang-orang yang berhati tumpul, berpengetahuan tak memadai, dan miskin etika, bisa menduduki posisi-posisi penting dalam pemerintahan dan badan legislatif kita? Sebetulnya, jawabannya sederhana: mereka berbuat. Baca lanjut

Mengapa perlu menyukuri Indonesia 1

Kafil Yamin

Christopher Columbus melempar sauh di pantai Bahama, 12 Oktober 1492. Setelah itu lanjut ke Kuba dan Haiti. Menurut cara pandang Espaniola ketika itu, sebuah ‘dunia baru’ ditemukan. Sejak itu bergerombol-gerombol orang kulit putih Eropa bermigrasi ke dunia baru itu. Baca lanjut

Mengapa perlu menyukuri Indonesia 2

Kafil Yamin

Ketika Indonesia berdiri, ada ratusan perusahaan asing di Indonesia, beberapa di antaranya perusahaan multi-nasional.

Perusahaan-perusahaan asing ini, bukan perusahaan ‘ecek-ecek’, melainkan perusahaan yang menghidupi industri dan perdagangan Asia, bahkan, dalam skala tertentu, lalulintas perdagangan internasional. Baca lanjut

Kalian minus D

Kafil Yamin

Masih juga kalian panggil namaku – Indonesia. Tapi cukuplah itu. Tak usah kau bungai dengan ‘tanah air tercinta’, ‘ibu pertiwi’, ‘negeri pusaka’.

Jangan bawa aku ke citarasa sinetron. Baca lanjut

Di luarku, tak ada tempat buat kalian

Kafil Yamin

Kalian menyebut namaku juga – Indonesia.

Tapi gema ucapaan kalian sangat berbeda dengan ucapan para pendahulu kalian. Pada kala pendahulu kalian menyebut namaku, perhatian dunia teralihkan. Saat para pendahulu kalian menyebut ‘Republik Indonesia’, bangsa-bangsa tertindas merasa mendengar panggilan mempertaruhkan nyawa untuk kedaulatan. Baca lanjut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: