1 Komentar

Shalat sebelum Islam

Barangkali agak aneh jika kita mendengar orang Kristen berbicara tentang salat. Padahal jauh sebelum kaum Muslim menggunakan kata ini, orang Kristen Orthodox telah menggunakan kata “Salat” saat menunaikan ibadah.

Kata “Salat” itu sendiri dalam bahasa Arab, berasal dari kata tselota dalam bahasa Aram (Suriah) yaitu bahasa yang juga digunakan oleh Nabi Isa. Dan bagi umat Kristen Ortodoks Arab yaitu umat Kristen Ortodoks yang berada di Mesir, Palestina, Yordania, Libanon dan daerah Timur-Tengah lainnya menggunakan kata Tselota tadi dalam bentuk bahasa Arab Salat, sehingga oleh umat Kristen Ortodoks Arab disebut sebagai Sholattul Rabbaniyah.

Salat masih dilakukan di gereja-gereja Arab, kalau di Gereja Katolik namanya Brevir atau De Liturgia Horanum. Hampir seluruh Gereja-gereja di Timur masih melaksanakan Salat Tujuh Waktu (As-Sab’u ash-Shalawat). Dalam gereja-gereja Ortodoks jam-jam salat (Arami: ‘iddana tselota; Arab: sa’atush salat) ini masih dipertahankan tanpa putus sebagai doa-doa baik kaum imam (klerus) maupun untuk umat (awam).

L E Philips, berdasarkan penelitian arkeologisnya menulis bahwa umat Kristiani paling awal sudah melaksanakan daily prayers (salat) pada waktu pagi, tengah hari, malam dan tengah malam. Bahwa orang Kristen orthodox sesungguhnya hanya melanjutkan adab yang dilakukan orang-orang Yahudi kuno.

Seluruh umat Yahudi sampai sekarang berdoa dengan menghadap ke Baitul Maqdis (Ibrani: Beyt ham-Miqdash), di kota suci Yerusalem. Sinagoga-sinagoga Yahudi di luar Tanah Suci mempunyai arah kiblat (Ibrani: Mizrah) ke Yerusalem. Kebiasaan ini diikuti oleh umat Kristen mula-mula, tetapi mulai berubah beberapa saat setelah tentara Romawi menghancurkan Bait Allah di Yerusalem pada tahun 70 M.

Ketujuh Salat dalam gereja orthodox, yang penyusunannya didasarkan hitungan waktu Yahudi kuno itu:

Salat Sa’at al-Awwal
Salat jam pertama, kira-kira pukul 06.00 pagi, disebut juga Salat Subuh dalam gereja Suriah, atau Salat Bakir (Salat bangun tidur) dalam gereja Koptik. Dalam Gereja Barat (Katolik) disebut Laudes matutinae (pujian pagi).

Salat Sa’at ats-Tsalitsah
Latin: Hora Tertia, “Salat jam ketiga”, jatuh kira-kira sejajar dengan pukul 09.00 pagi, sebanding dengan Salat Duha dalam Islam.

Salat Sa’at as-Sadisah
Latin: Hora Sixta, “Salat jam keenam”, yang bertepatan pada jam 12.00 siang. Waktu salat ini dapat sejajar dengan Salat Zuhur dalam Islam.

Salat Sa’at at-Tasi’ah
Latin: Hora Nona, “Salat jam kesembilan”, kira-kira pukul tiga petang menurut hitungan modern (15.00), atau sejajar dengan Salatt ‘Asyar dalam Islam.

Salat Sa’at al-Ghurub
Dalam Gereja Katolik dikenal dengan Verpers (ibadah sore/senja/Magrib). Waktunya bersamaan dengan terbenamnya matahari, kira-kira pukul 18.00 petang.

Salat al-Naum
Shalat al-Naum (‘saat berangkat tidur’), kira-kira sejajar dengan salat ‘Isya dalam Islam. Gereja Katolik menyebut salat ini Vigil (Latin: Vigiliae, “tirakatan”).

Salat as-Satar
Salat tengah malam (penutup) ini, disebut dalam gereja-gereja kuno dengan berbagai nama: Salat Lail (Salat malam), Salat Satar (“Pray of Veil”, Salat Penutup), atau Salat Sa’at Hajib Dhulmat (Salat berjaga waktu malam gelap). Dalam bahasa Aram/Suryani dikenal dengan istilah Tselota Shahra (Salat waktu berjaga). Setara dengan saat salat tahajud dalam Islam.

Sebelum salat, umat kristen othodox membasuh tangan, lengan, telinga, wajah, dan kaki. Hampir mirip dengan wudhu umat muslim.

Gereja Parokia St. Vladimir, Komplek Deplu Kav 238 Cipadu, Jakarta, dan Kapel St. Vladimir, Jl. Petemon 3 No. 91 H, Surabaya, adalah gereja kristen orthodox.

[Mukhlis Gumilang]

 

One comment on “Shalat sebelum Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: