1 Komentar

Kebiasaan buruk Bahasa Indonesia para penyaji berita dan pewarta teve, jangan terpengaruh

  • Kebiasaan menaruh sisipan ‘nya’ setelah kata ‘setiap’ atau ‘per’

Contoh: Pak Mahmud, pedagang sayur di Pasar Cikini, menjual cabe merah dengan harga 10 ribu rupiah perkiloNYA. Ia mendapat keuntungan 300 ribu rupiah setiap bulan-NYA.

Seharusnya: Per kilo, setiap bulan.

  • Menggunakan kata ‘pasca’ untuk seusai atau setelah.

Contoh: PASCA terbongkarnya kasus pembobolan citibank,  Malinda Dee kini…

Seharusnya: SETELAH terbongkarnya..

  • Menggunakan kata ‘sendiri’ secara kaprah dan konyol.

Contoh: Briptu Norman menjadi terknal PASKA penayangan videonya di jejaring youtube. Briptu Norman SENDIRI kini menerima banyak pesanan untuk menyanyi. Bahkan Kapolri SENDIRI mendukung Norman untuk terus mengembangkan bakatnya. Keluarga Norman SENDIRI senang dengan..

Kebakaran kilang minyak Pertamina di Cilacap belum bisa dipadamkan. Pihak Pertamina SENDIRI telah mengerahkan 20 unit pemadam kebakaran. Tapi api itu SENDIRI malah makin membesar. Petugas pemadam kebakaran SENDIRI mengatakan….

Seharusnya: hilangkan kata SENDIRI itu. Kalimat menjadi lebih jelas dan enak didengar.

  •  Menggunakan pola ‘melakukan terhadap’.

Contoh: Polisi kini telah ‘melakukan pemeriksaan terhadap’ Malinda Dee. Puluhan LSM di Jakarta ‘melakukan gugatan terhadap’ pemerintah atas kasus tersebut.

Seharusnya: Polisi kini memeriksa Malinda Dee. Puluhan LSM di Jakarta menggugat pemerintah.

  • Menggunakan kata ‘proses’ tanpa arti.

Contoh: PROSES persidangan Susno Duaji akan digelar selasa depan. Susno SENDIRI sudah menjalani PROSES pemeriksaan oleh polisi. Sementara DPR tetap memantau PROSES jalannya pemeriksaan itu.

Seharusnya: hilangkan semua kata ‘proses’ itu. Maka menjadi lebih jelas dan benar. ‘Proses jalannya’ itu kata ganda. Kalaupun harus ada makna proses, maka kata ‘jalannya’ sudah berarti proses.

  • Asal mengganti setiap kata Inggris yang berakhiran ‘tion’ menjadi ‘si’ dan menggunakannya secara sembarangan.

Misalnya option jadi opsi. Examination jadi eksaminasi. Clarification jadi klarifikasi. Confirmation jadi konfirmasi. Seharusnya: option:  pilihan. Examination:  pemeriksaan. Clarification: penjelasan. Confirmation: penegasan.

  • Ini belum termasuk sikap teve-teve yang lebih pede menggunakan kata Inggris daripada bahasa bangsa mereka sendiri.

Misalnya: coming up, next on.., hidden camera, yang seharusnya ‘selanjutnya, segera, kamera tersembunyi. Bahkan acara Wanita di Trans-7 menyapa pemirsa dengan ‘ladies’. Ini sudah rendah diri akut.

One comment on “Kebiasaan buruk Bahasa Indonesia para penyaji berita dan pewarta teve, jangan terpengaruh

  1. hahaha…. saya tidak tahu apakah ini pelaziman kesalahan ataukah kesalahan berjama’ah yang kemudian ditradisikan. seringkali saya baca berita yang seringkali menggunakan kata hiperbol..nanti akan…lucunya ketika saya mendidik para jurnalis muda ini, mereka haqqul yakin meneruskan tradisi hiperbol berjamaah. terima kasih mas buat sedikit pencerahannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: