1 Komentar

Susan Boyle: Bintang Britain Got Talent di umur 47 tahun

Buat yang merasa tua.

Susan Boyle, meghancurkan paradigma panggung pop

IA muncul di audisi Britain Got Talent 2009, dengan penampilan asli seorang ibu rumah tangga yang baru saja selesai masak di dapur – tanpa make-up, rias dan busana berkilau.  Rambut sedikit kusut. Busana asli sehari-hari di rumah. Mungkin kalau di kita biasa disebut emak-emak.

Tentu, di tengah gemerlap audisi para pendamba bintang panggung hiburan, kemunculannya mengundang cibiran – termasuk para juri.

“Nama Anda siapa?” tanya juri Simon Cowell yang terkenal pedas kritik-kritiknya.

“Susan Boyle,” jawab si ibu.

“Anda berasal dari mana?” tanya Simon lagi.

“Saya dari West Lothian.”

“Apa itu kota besar??

“Bukan, itu semacam kumpulan desa.”

“Berapa umurmu?”

“47 tahun.”

Mata Simon mendelik sinis sambil menengok ke arah lain. Dan suara ‘huuuu..’ terdengar dari hadirin.

“Itu hanya satu sisi dari dari diri saya!” kata si ibu sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya. Simon terlihat tambah sinis. Juga kedua juri lainnya, Amanda Hoden dan Piers Morgan.

“Anda ingin jadi apa?” Simon melanjutkan.

“Saya ingin jadi penyanyi profesional,” jawab si ibu polos. Kamera lantas mengilas ekspresi wajah-wajah sinis dan meledek para hadirin.

“Seperti siapa, misalnya?”

“Eilane Paige,” jawab si ibu, menyebut penyanyi kenamaan Inggris.

Kamera mengilas muka-muka sinis para hadirin lagi.

“Oke, lagu apa yang anda mau nanyikan?” tanya juri lain, Piers…

I dream a dream dari Les Miserables.”

Lantas, si ibu member isyarat pada operator untuk memutar musik pengiring. Wajah ketiga juri dan para hadirin seperti menunggu kejadian kocak.

I dreamed a dream in time gone by…When hope was high and life worth living….” Susan membuka suara dengan kualitas vokal tingkat tinggi, penuh kekuatan dan bening, bervibrasi lembut – jelas ia bukan penyanyi yang sedang belajar.

Detik itu juga, mata Simon membelalak, wajah Amanda terlihat tercengang, dan Piers tercekam pesona yang  datang tiba-tiba.

Sementara itu, aplus hadirin meledak. Mereka semua berdiri dan bertepuk tangan dengan ekspresi kekaguman.

Bait demi bait telantun dari si nyonya yang baru beberapa detik lalu disambut dengan sinisme dan sikap merendahkan hampir semua hadirin dan juri. Makin ke tengah lagu, suaranya makin menyihir. Hadirin tak kunjung duduk sampai Susan melantunkan lirik penutup: “Now life has killed the dream I dreamed…”

Aplus makin membahana dan tak berhenti sampai Susan berhenti menyanyi.

Giliran para juri berkomentar.

Piers Morgan: “Ini kejutan paling besar di panggung ini sejak panggung ini digelar,” kata Piers yang disambut gemuruh para penonton.

“Ketika tadi anda bilang ingin seperti Elaine Paige, semua orang terawa. Sekarang tak ada seorang pun tertawa,” tambahnya.

Amanda Holden: “Saya tercekam. Apa lagi kalau mengingat tadi semua orang tak menyukai anda. Kami tersadar bahwa kami sudah bersikap sinis. Dan penampilan anda benar-benar menyadarkan kami. Saya merasa mendapat kehormatan mendengar anda menyanyi. Sungguh.”

Simon berkilah: “Saya sejak tadi sudah menduga bahwa sesuatu yang luar biasa akan terjadi. Dan saya ternyata benar,” katanya sambil cengengesan.

“Susan, anda singa tua rupanya..” tambah Simon, dan menyatakan bahwa Susan mendapat nilai Tiga As.

Sampai Susan berjalan keluar panggung, para hadirin masih mengelu-elukannya.

Menguncang dunia

Besoknya, klip videonya muncul di youtube. Dalam sepekan, ia sudah diakses oleh 300 juta pengunjung. Undangan menyanyi mengalir dari pusat-pusat pergelaran kelas dunia, termasuk Ratu Elizabeth dan Paus Papal,  Oprah Show, dan lain-lain.

Tawaran rekaman tak terbendung. Dalam seminggu sejak audisi, albumnya sudah beredar dan meraih 3 platinum. Susan Boyle menjadi satu-satunya penyanyi yang menyamai The Beatles. Ia menerbitkan album di  Inggris Raya dan Amerika Serikat sekaligus. Dan kedua-duanya meraih platinum. Dalam kecepatan jual, ia melebihi The Beatles.

Para pesohor Hollywood segera menjadi penggemarnya, antara lain Demi Moore, Elaine Paige, Diana Ross, Paul McCartney.

Menghancurkan paradigma penampilan

Berikut ini beberapa komentar atas fenomena Susan Boyle.

Lisa Schwarzbaum, penulis majalah Entertainment Weekly, A.S.:

“Dalam kebudayaan pop kita yang terobsesi oleh kemasan – wajah yang pantas, busana yang cocok, tatakrama yang direka-reka – kekuatan artistik Nyonya Boyle yang tak mengikuti gaya, telah mengangkat kembali derajat manusia, bukan derajat kemasan.”

“Dia menohok kesadaran saya. Dia menata ulang ukuran keindahan. Dan saya tidak tau hingga airmata menyeruak ketika sadar atas koreksi itu.”

“Aku mengangis betulan,” komentar yang lain. “Ada sesuatu yang begitu indah tentang meraih mimpi, dan tersadar bahwa umur tak jadi persoalan sama sekali.”

“Dia menghancurkan paradigma tentang kemudaan, kecantikan, keindahan, yang dikungkung kemasan dan asesoris. Dan meyakinkan semua orang bahwa bakat tak ada hubungannya dengan umur. Dan bahwa meraih mimpi tak pernah terhalang umur, ” komentar yang lain.

Melanie Reid menulis di The Times.

“Susan Boyle telah memenuhi mimpi jutaan orang yang, ditekuk oleh kejamnya sebuah kebudayaan yang menilai orang dari tampilan. Dia telah mengalahkan itu tanpa perlu melihat dirinya di cermin.”

Miranda Sawyer, menulis di The Daily Mirror.

“Sekarang ini, tak ada perempuan berani tampil di panggung sampai ia berdandan seperti Mariah Carey dan memamerkan kemolekannya.”

“Kasihan Madonna dan Kylie yang mati-matian mempertahankan penampilannya, mendempul wajah atau mengangkat payudara demi karir. Susan Boyle telah membuktikan bahwa usaha-usaha itu tak ada hubungannya dengan sukses.”

Tatapikir

Kalau Susan Boyle tinggal di Cilingcing, tetangga sesama ibu-ibu kemungkinan besar akan bilang kepadanya: “Cobalah kalo sudah tua jangan ikut-ikutan abege. Niat menang, malah jadi bahan tertawaan.”

Dan karena bu Susan itu bukan orang Indonesia, dia akan menjawab: Kenapa? Justru mumpung saya masih hidup masih ada kesempatan. Dulu waktu remaja tak sempat karena harus banyak mebantu ibuku bikin kue.

 

Tatapikir yang kita warisi menganggap bahwa bahwa umur tua adalah saat untuk ‘lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah,’ dengan rajin berdzikir dan mengerjakan berbagai sunat. Anggapan ini tentu menyebelah, karena mendekatkan diri kepada Allah tak perlu menunggu tua dulu.

Selain itu, tatapikir tersebut menganggap bahwa taqarrub illallah itu hanya dengan berdzikir dan I’tikaf. Padahal ‘menyebar kebaikan dan beramal saleh sebanyak-banyaknya adalah jalan taqarrub illallah.

Dan apa itu amal saleh? Amal saleh itu berkarya! Yang bisa masak bikin masakan enak, yang bisa bermusik menggubah nyanyian indah, yang bisa berbisnis nyari duit yang banyak dan halal, yang bisa mengajar mengajar sebaik-baiknya. Memberi sedekah atau membangun mesjid hanya sebagian kecil saja dari amal saleh. Tentu syaratnya, semua harus didasari niat ibadah kepada Allah.

Yang pandai menyanyi ya menyanyilah dengan indah. Jadi amal saleh juga. Dan ketika melakukan berbagai saleh itu, sama sekali tak ada persoalan dengan umur!

Tatapikir yang sangat beda pun terlihat pada ungkapan saat kematian. Di sini, kita selalu diajari bahwa pada menjelang ajal nanti, kita akan menyesali dosa-dosa yang telah kita pebuat.

Di sono, ungkapannya justru kebalik: On your deathbed, you are going to regret the things you don’t do [Dalam sakratul maut, anda akan menyesali betapa banyak yang tidak anda lakukan].

Dua-duanya tidak salah. Hanya berbeda perspektif. Berbeda cara pandang.

Terserah pilih cara pandang yang mana.

Video audisi Susan Boyle:

One comment on “Susan Boyle: Bintang Britain Got Talent di umur 47 tahun

  1. Keren.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: