Tinggalkan komentar

Masyarakat kembangkan biogas

Zaman ini adalah zaman energi baru, lantaran manusia tidak bisa mengingkari kenyataan bahwa sumber-sumber energi fosil sudah makin menipis. Kalau tidak ada langkah-langlah antisipatif, peradaban akan kembali ke titik nol, karena hampir semua penyangga kemajuan peradaban bertumpu pada energi.

Tanpa langkah-langkah antisipasi yang serius, jalan-jalan raya akan sepi; kehidupan malam kembali ke zaman kegelapan; cara komunikasi kembali ke cara abad 10an, yakni lewat kurir berkuda, atau isyarat angin, atau gemintang, lantaran surat kertas pun tak bisa lagi dihasilkan.

Masyarakt pedesaan, yang selama ini kurang menikmat anugrah energi fosil seperti layanan listrik dan bahan bakar minyak/gas, justru merupakan pihak yang paling kreatif berusaha menemukan energi alternatif.

Telah dikisahkan, berbagai daerah di Indonesia dalam dua dekade ini sudah giat membangun pembangkit listrik berskala kecil, yang lebih dikenal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro [PLTM]. Sumber-sumber alternatif lain, seperti matahari dan angin, juga tengah digali dan diakali untuk menggantikan energi konvensional.

Di Pedukuhan Kretek, Desa Glagah, Kecamatan Temon,  masyarakat setempat, melalui Kelompok Tani Makmur,  mengembangkan bio-gas untuk mengganti gas elpiji yang penyebarannya kian tak menentu dan keamanannya kian bermasalah. Bahkan, dengan dukungan Yayasan Pengembangan Rakyat Indonesia [Yaperindo] dan GEF, desa itu tengah melangkah menuju desa mandiri energi.

Ini upaya mengurangi emisi gas methan, karena pemakaian biogas mampu mengurangi pemanasan global. Kekuatan biogas 21 kali lipat lebih besar daripada gas karbon sebagai gas rumah kaca.

Dalam keadaan krisis energi, yang ditandai dengan peningkatan harga BBM terus menerus, biogas bisa menjadi jawaban karena mampu menghemat biaya rumah tangga sekaligus menghemat pemakaian energi dalam rangka hemat energi nasional.

Bahkan, di Pedukuhan Kretek biogas sudah melampaui sekedar kebutuhan masak memasak. Ia sudah digunakan untuk menghidupkan mesin diesel dan genset. Karena itu, mereka menamakan biogas ini sebagai ‘Three in One’.

Dalam waktu tak lama lagi, biogas akan mampu sepenuhnya menggantikan bahan bakar minyak [BBM], setidaknya untuk pedukuhan Kretek dan sekitarnya. Prospek ini mengharuskan kerja tambahan yang lebih sungguh-sungguh, yakni menempatkannya dalam kemasan yang aman dan praktis – dapat dipakai untuk berbagai kebutuhan di dalam maupun di luar rumah, termasuk di sawah dan tegalan.

Masyarakat setempat bersama Yaperindo akan memfungsikan biogas sebagai pembangkit listrik berdaya  1.000 watt, lengkap dengan instalasi listrik rumah tangga. Bila rencana ini nanti terlaksana, maka Desa Mandiri Energi terwujud di pedukuhan Kretek.

Di Kulonprogo, Yogyakarta, penggunaan biogas makin populer di kalangan masyarakat. Dia sudah benar-benar menjadi energi alternatif ramah lingkungan.

Beberapa kelompok masyarakat di Indonesia memang sudah mulai berhasil mengurangi ketergantungan kepada energi fossil atau energi konvensional.  Keterlibatan organisasi-organisasi non-pemerintah dalam mendampingi kreasi masyarakat itu membantu penyebaran pengetahuan dan keterampilan baru itu kepada kelompok-kelompok masyarakat lain.

Menurut perkiraan Energy Information Administration (EIA), pemakaian energi hingga tahun 2025 masih didominasi bahan bakar fosil, yakni minyak bumi, gas alam dan batubara, termasuk di Indonesia. Meskipun, data Departemen ESDM menyebutkan bahwa cadangan minyak bumi di Indonesia hanya cukup untuk 18 tahun kedepan, sedangkan gas bumi masih cukup untuk 61 tahun lagi, dan cadangan batubara masih lumayan lama — 147 tahun. Selain itu, bahan bakar fosil mengeluarkan emisi karbon yang besar dan merupakan salah satu sumber utama pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: