Tinggalkan komentar

Wisata hijau Bali

Yayasan Wisnu di Bali berhasil mengembangkan jaringan ekowisata desa (JED) yang mendapat respon positif dari kalangan wisatawan mancanegara.

“Namun JED yang kami rintis enam tahun silam, ke depan masih perlu lebih diintensifkan dan disempurnakan,” kata Ketua Yayasan Wisnu, I Made Suarnatha di Denpasar.

Dijelaskan bahwa pengembangan JED di sejumlah kabupaten/ kota di Bali sebagai model pengembangan wisata cukup disenangi wisatawan yang menikmati liburan di Pulau Dewata.

JED mengedepankan potensi keunggulan dari masing-masing kawasan wisata. Dikembangkan di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Desa Tenganan dan Sibetan di Kabupaten Karangasem serta Desa Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Menurut Suarnatha, desa-desa tersebut memiliki potensi yang unik dan menarik, baik dalam bidang seni budaya, panorama keindahan alam, maupun karakteristik kondisi wilayahnya yang didominasi pertanian.

Potensi tersebut menjadi modal dasar dalam pengembangan pariwisata, dengan tetap menitikberatkan kelestarian lingkungan.

Dijelaskan, model ekowisata tersebut diharapkan dapat menjadi media belajar bersama, dengan harapan semua pihak dapat merefleksikan dan menjadikan sebagai gerakan nyata dalam hidup keseharian.

“Hal itu merupakan kesadaran baru untuk melihat sepak terjang pariwisata secara lebih jernih, dan masing-masing desa cukup mempunyai pengalaman dalam mengelola sektor pariwisatanya,” katanya.

Tenganan Pegringsingan misalnya sebuah desa kuno di Kabupaten Karangasem, daerah ujung timur Bali, masyarakatnya memegang teguh adat dan tradisi, di samping panorama alam yang enak dipandang, sehingga menjadi sasaran kunjungan pelancong.

Demikian pula kebun salak yang tumbuh subur dan tertata rapi serta panorama dan pemandangan yang indah di Desa Sibetan, mempunyai daya tarik tersendiri bagi pelancong.

Kebun jeruk dan jenis tanaman buah-buahan di Desa Pelaga serta panorama keindahan alam yang serasi dengan terumbu karang di Nusa Ceningan, Nusa Penida, memiliki daya pikat tersendiri bagi wisatawan.

“Semua potensi itu dikembangkan, dikelola serta dikemas dalam paket wisata dan hasilnya untuk kesejahteraan masyarakat bersama,” tutur Suarnatha yang mengkoordinasikan jaringan ekowisata desa tersebut. Kapanlagi.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: