Tinggalkan komentar

Aceh Besar kembangkan energi alternatif

Kabupaten Aceh Besar memiliki potensi sumber energi listrik alternatif cukup besar untuk dikembangkan. Selain energi panas bumi (Geothermal) di Gunung Seulawah, Aceh Besar juga sangat berpotensi untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga Surya, angin, air dan biogas.

“Untuk panas bumi, ‘knalpotnya’ sudah ada di ie seum, tinggal diekplorasi untuk mencari pusatnya, bersama Pemerintah provinsi sudah menyiapkan tender wilayah kerja panas bumi (WTP). jika geothermal ini terwujud, maka krisis listrik di Aceh akan secepatnya teratasi, dan tidak akan ada lagi pemadamam,” kata Bukhari M Daud, usai peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Jaringan Radio Komunitas Darsa FM di Lambaro Angan, Darussalam, Aceh Besar, baru-baru ini.

Bukhari mengatakan, pemanfatan geothermal, sumber matahari dan sumber daya air kiranya perlu terus direalisasikan. Sehingga nantinya bisa terwujud dan mampu mengatasi krisis listrik di Aceh. Model energi alternatif sangat ramah lingkungan dan hermat energi, walaupun membutuhkan investasi yang lumayan besar.

Dia menerangkan, Pemerintah pusat telah berupaya untuk mencari sumber energi masa depan yang ramah lingkungan di daerah, disebabkan cadangan fosil yang digunakan sebagai bahan baku untuk pembangit listrik seperti yang digunakan saat ini yakni minyak bumi, gas alam, dan batubara, telah mulai menipis.

Dan, masih banyak sumber energi lainnya selain fosil seperti energi panas bumi, tenaga air, matahari dan biogas.Namun permasalahannya, Aceh Besar masih kesulitan untuk menggembangkan energi alternatif semacam itu, karena minimnya pendanaan.

“Kotoran sapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi (Biogas dan listrik -red), di beberapa daerah diluar Aceh itu telah mulai dikembangkan oleh para peternak, diharapkan Aceh Besar juga dapat menggunakan teknologi ramah lingkungan tersebut,” harapnya.

Bukan hanya itu, kata Bukhari, jika memungkinkn dari segi pendanaan pihaknya juga berencana untuk menggunakan teknologi PLTS di setiap Meunasah yang ada di Aceh Besar yang jumlahnya mencapai 604. Jika setiap meunasah memiliki satu PLTA maka akan terlepas beban untuk membayar rekening listrik.

Diharapkan Ford Foundation memberikan dukungan yang sama kepada Oleh itu, dia berharap agar Ford Foundation dapat memberikan dukungan yang sama berupa penyediaan energi terbarukan PLTS kepada setiap meunasah yang ada di Aceh Besar, seperti yang telah diberikan kepada Darsa FM melalui kerjasamanya dengan Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia dan Combine Resource Institution
(CRI).

Sementara itu, Energy Information Administration (EIA) memperkirakan bahwa pemakaian energi hingga tahun 2025 masih didominasi bahan bakar fosil, yakni minyak bumi, gas alam, dan batubara, termasuk juga di Indonesia, namun didalam negeri berdasarkan data dari Departemen ESDM menyebutkan bahwa cadangan minyak bumi di Indonesia hanya cukup untuk 18 tahun kedepan.

Sedangkan gas bumi masih bisa mencukupi hingga 61 tahun lagi dan cadangan batubara diperkirakan habis dalam waktu 147 tahun lagi. Selain itu, bahan bakar fosil mengeluarkan emisi karbon yang besar dan merupakan salah satu sumber utama terjadinya pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim. (slm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: