2 Komentar

Yang tidak berkepentingan dilarang masuk

Yang tidak berkepentingan di larang masuk

Tahu Anton Medan? Mantan penjahat dan bandar judi kelas kakap tahun 80an di Jakarta? Yang masuk Islam tahun 1993?

Pada awal-awal pertobatannya, dia masih sempat jalan bareng bersama kawan-kawannya di satu tempat di daerah Tangerang.

Ketika sedang jalan bareng itu, sebuah iring-iringan lewat. Itu rombongan pengantar jenazah karena membawa keranda yang ditutupi kain bertuliskan huruf Arab. Kawan-kawan Anton tahu bahwa si bekas bajingan itu sudah masuk Islam. Salah seorang dari mereka bertanya: “Ton, lu kan sudah masuk Islam?”

“Iya,” jawab si Anton.

“Kalo begitu lu sudah belajar bahasa Arab dong…” kata si kawan tadi.

Untuk menegaskan wibawanya, si Anton menjawab: “Iya lah. Gue belajar dari guru ngetop, K.H. Zainudin M.Z.”

“Wah, hebat lu Ton,” timpal teman yang lain. “Kalo begitu coba bacakan buat kita huruf Arab yang di kain penutup keranda itu..”

Gila. Pikir si Anton. Mana gue tau. Tapi dia harus menjawab. Kalo tidak gengsinya bisa ancur. Si Anton berpikir keras. Dalam waktu cepat. Sambil pura-pura mengamati tulisan itu. Posisinya yang agak jauh dari iring-iringan itu meguntungkannya untuk beralasan. “Sbentar, gue ga ngliat jelas dari sini…” padahal sedang cari akal.

Yang dia tau itu orang meninggal. Titik. Tiba-tiba, dia ingat kalo orang Islam meninggal suka ada ucapan duka cita di koran atau plakat: Turut berduka cita …Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uuun . Ketemu! Kebetulan ucapan ini sudah sangat populer sehingga ia bisa mengucapkannya dengan mudah: “Itu bacaannya Inna lillaahi wa inna ilaihi roji’uun” jawab si Anton lega. Bebas sudah.

“Gile lu Ton. Baru beberapa bulan masuk Islam sudah bisa begitu. Artinya apa Ton?” tanggap temannya.

Gila lagi! Pikir si Anton. Mana dia tau artinya. Tapi kalo dia tak bisa menjawab gengsi yang sudah tadi naik bisa anjlok lagi. Dia harus jawab.

Dia amati keranda yang sedang ditandu itu. Tertutup kain. Kenapa harus ditutup? Pikir si Anton? Oh, ketemu jawabannya!

Maka ia segera menjawab dengan penuh kebanggaan: “Inna lilaahi wa inna ilaihi rojiuun itu artinya yang tidak berkepentingan dilarang masuk!”

 

Ini adalah mitos yang berkembang di China, berdasarkan pengalaman tokoh-tokohnya

Merokok, tetapi tidak minum arak, Lin Biau meninggal umur 63 tahun.

Minum arak tapi tdk merokok, Zhou En Lai meninggal umur 73 tahun.

Merokok, dan minum arak, Mao Ze Dong meninggal umur 83 tahun.

Merokok, minum arak, dan main kartu, Deng Xiao Pin meninggal umur 94 tahun.

Merokok, minum arak, main kartu, main cewek (punya bini muda), Zhang Xue Liang meninggal 103 tahun.

TIDAK merokok, TIDAK minum arak, TIDAK main kartu, TIDAK main cewek, Lei Feng meninggal muda umur 23 tahun.

 

It’s none of your business

Seorang pegawai negeri Indonesia dan Inggris pergi bersama ke suatu daerah, dalam suatu tugas kerja sama kedua negara.

Dalam perjalanan, mereka mengobrol.

Si PNS Indonesia memulai: “Berapa gaji anda sebulan, dan biasanya anda pakai untuk apa saja?,” tanya orang Indonesia mengawali pembicaraan.

“Gaji saya 3.000 Euro, 1.000 euro untuk tempat tinggal, 1.000 Euro untuk makan, 500 Euro untuk hiburan,” jawab si PNS Inggris.

”Lalu sisa 500 Euro untuk apa?”

“Itu bukan urusan anda, saya kira…” jawab si Inggris.

Merasa sudah ditanyai, ia pun bertanya balik: “Kalau penghasilan anda?”

“Gaji saya 950 rupiah. 450 ribu untuk tempat tinggal, 350 ribu untuk makan, 250 ribu untuk transport, 200 ribu untuk sekolah anak, 200 ribu untuk bayar cicilan pinjaman, … 100 ribu untuk….”.

“Maaf,” si Inggris memotong, “jumlah itu sudah melampui gaji anda. Sisanya dari mana?” dengan nada selidik.
“Itu bukan urusan anda, saya kira…” kata si PNS pribumi.

2 comments on “Yang tidak berkepentingan dilarang masuk

  1. Kereen.. jokenya, Bang Kafil. I like it..

  2. Sugan teh!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: