1 Komentar

Bahasa Indonesia di London, Canberra dan Jakarta

Malam, saya mulai mendengar dan menonton siaran radio dan TV Inggris BBC dan TV Australia, Australian Network. Baik dalam narasi langsung maun pun terjemahan bahasa Indonesia, saya sangat menikmati bahasanya. Sekedar menyebut beberapa contoh: mereka menyebut ‘rancangan’ untuk design, ‘purwarupa’ untuk prototype, ‘memindai’ untuk men-scan. ‘Pramusaji’ untuk waitress. ‘Memastikan’ [dengan sedikit variasi tergantung konteks] untuk confirm. Sungguh, mendengar bahasa Indonesia mereka terasa nyaman dan berkelas. Padahal itu media asing, media BERBAHASA INGGRIS ASLI.

Besoknya, saya menghadiri sebuah rapat pantia nasional yang menyiapkan sebuah lokakarya besar, dihadiri LSM, Pemda dan akademisi di Jakarta. Rapat itu membahas persiapan terakhir. Meskipun bukan notulen, isi pembicaraan masih tersimpan di kepala, kira-kira seperti berikut:

Pemimpin rapat: Kita akan diskas [discuss] persiapan terakhir, untuk ini kami akan minta ‘klarifikasi’ atas beberapa hal dari saudara-saudara, supaya clear. Kami minta persetujuan Steering Committee tentang apa yang sudah dibuat Organizing Committee. Semua sudah hadir?

Peserta rapat1: Sebagian masih on the way.

Pemimpin rapat: Mestinya kita bisa on time. Tidak ada excuse. No offense, ya.

Peserta rapat3: kasih warning aja, Pak. Kan naik busway tidak macet.

Peemipin rapat: Oke. Sesuai dengan job description kita akan minta laporan dari setiap seksi tentang persiapan terakhir masing-masing. Bagusnya tiap seksi memberikan presentasi, supaya kita bisa sharing untuk memberi masukan. Kita mulai dengan seksi akomodasi;

Peserta rapat4: Kami sudah menghubungi rental. Mereka sudah menyiapkan at least 4 mobil dengan drivernya untuk menjemput tamu-tamu dari bandara. Kita mengambil dari Agnes Queen Rental.

Peserta rapat: Drivernya harus full time lho.

Pemimpin rapat: Oke. Untuk konsumsi bagaimana?

Peserta rapat5: kita sudah order ke catering. 200 porsi. Kita pake Madam Sherly catering. Tapi jumlah persisnya saya belum ‘konfirmasi’. Kalau menunya ternyata tidak memuaskan, kita akan ‘komplain’.

Pemimpin rapat: Oke. Seksi materi workshop bagaimana. Ada beberapa materi yang lebih bersifat training, karena menyangkut skill. Apa untuk ini sudah ada orangnya? Dan siapa yang in charge?

Peserta rapat1: Untuk materi itu kita oursourcing saja Pak ketua. Lebih praktis. Dan tempat trainingnya harus outdoor, karena itu kita cari tempat yang ada fasilitas outbond-nya.

Peserta rapat2: dan supaya training itu efektif, harus ada follow up, melalui kegiatan ‘fasilitasi’ dan ‘advokasi’.

Pemimpin rapat: Untuk tempat, saudara-saudara ada usul? Ingat, tempat dan acara harus matching.

Peserta rapat3: Imperial Lakeside saya kira bagus. ‘Akses’ ke sana mudah dan tak begitu jauh pula.

Peserta rapat4: Saya kira lebih bagus San Paolo Green Hill, tempatnya di Ciledug Millenium City. Tidak jauh dari Raffles Hills. Kalau mau agak jauh sedikit ada Acropolis atau Eldorado yang hanya berjarak 7 kilometer dari Orlando dan Georgia.

Peserta rapat1: tapi itu sudah lebih dekat ke Bekasi Cyber Park.

Peserta rapat5: Di sana mahal, lebih murah di Royal Cilingcing Resort. Room rate-nya discount 20persen, dan fasilitas outbond-nya free. Dan asyiknya, ada Food Junction, Driving Range. Hotspot-nya lancar karena bandwidth-nya besar.

Peserta rapat6 [informal]: di situ suka dipake para selebritis.

Peserta rapat7: asik dong, bisa nonton langsung check-and-recheck, liat perserta take him out, Indonesian idol, atau bintang sinetron first love dan Angel’s Diary.

Peserta rapat8: Aku ga seneng nonton infotainment. Lebih suka Market Review, Save Our Nation atau Indonesia Recovery. Kalo nonton Breaking News dan Top News sesekali aja.

Peserta Rapat9: Breaking News itu sering ga bener: dibilangnya Live, padahal tidak.

Peserta rapat10: Kalo aku sih tergantung host-nya siapa.

Pemimpin rapat: Hey! Jangan ngelantur, kita harus ‘fokus’ pada agenda rapat. Oke. Kalau sudah ketemu yang cocok, langsung saja kita booking 20 kamar. Seperti disepakati, satu kamar di-share utk dua peserta. Untuk tiket pesawat, kita hanya booking bagi peserta yang sudah confirm hadir. Terus, supaya acara on time, kita harus tentukan rute penjemputan peserta sejak dari Bandara. Rute mana yang tercepat ke tempat acara?

Peserta rapat5: Dari bandara, ambil Outer Ring Road, Flyover Senen, Artery Semanggi, Underpass Casablanca, trus lewat Senayan Trade Center, Senayan City, Plaza Senayan, putar Sudirman Palace… Jamnya harus tepat. Jangan sampai kena Three in one. Makan siang dulu di North Skywalk Pondok Indah, lanjut ke lokasi.

Pemimpin rapat: Oke. Sekarang persiapan acara kesinian sejauh mana?

Peserta rapat8: Kami sudah menyiapkan satu grup band, satu grup tari dan kasidah.

Masalah dana?

Peserta rapat10: sebagian sudah ready, sebagian lagi kita masih fund raising.

Pemimpin rapat: Minimal untuk kebutuhan utama, kita sudah safe. Kita bisa launching acara ini on schedule.

—–
Meskipun ini notensi ingatan dalam bahasa Indoneisa, saya merasa perlu menyiapkan glossary sebagai berikut:

Klarifikasi : kejelasan
Clear : jernih, jelas
Steering Committee: panitia pengarah
Organizing committee: panitia pelaksana
On the way : dalam perjalanan
Busway : jalur bus
On time : tepat waktu
No offense : jangan tersinggung
Warning : peringatan
Sharing : berbagi
Driver : sopir
Rental : penewaan [dalam hal ini penyewaan mobil]
Catering : mengurus, menyediakan [dalam hal ini menyediakan makanan]
Konfirmasi : penegasan

Terusin sendiri deh…capek!

One comment on “Bahasa Indonesia di London, Canberra dan Jakarta

  1. Memang menyedihkan Bung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: