Tinggalkan komentar

Bahasa Indonesia dari masa ke masa, sesuai kedalaman jiwa

Sejoli hendak menikah

Tahun 60an:

Kanda: “Dinda, kita akan segera ke pelaminan. Berbuah juga usaha kanda melamar kian kemari. Ada satu perusahaan menerima Kanda. Gajinya cukup untuk hidup berdua dan anak kita nanti. Kita berakhir pekan di mana? Sebelum Kanda menemui ayah-ibumu? Untuk melamarmu?”

Adinda; “Baiklah. Kini dinda sudah punya kekasih tambatan hati. Mulai saat ini dinda menghapus semua pertimbangan pada pria lain. Hanya kanda penghuni hati dinda. Bagaimana kalau kita berakhir pekan di Binaria? Bilang dulu pada ayahku.”

Tahun 80an:

Abang: “Dik, kita akan segera menikah. Tak sia-sia melamar kesana-sini. Ada satu perusahaan menerima abang. Gajinya cukup untuk kita berdua dan anak kita nanti. Kita malam mingguan di mana? Sebelum abang menemui kedua orangtuamu? Untuk melamarmu?”

Adik: “Bahagianya adik. Kini adik tak lagi tersiksa oleh rasa bimbang karena karena abang telah memberikan kepastian. Mulai saat ini adik menutup pintu hati buat laki-laki lain. Hanya abang seorang di hati adik. Kita malam mingguan di Puncak saja. Nanti adik bilang pada Mama.

Sekarang:

Cowok: Say, kita akan cepet-cepet merit. Ga percuma gue ngeplay [nge-apply] kesana kemari. Ada juga perusahaan ngepruf [nge-approve] gue. Selerinya [Salary] cukup lah buat kita berdua. Kita weekend dimana? Sebelum gue bicara ama bokap dan nyokap loe? Buat ngelamar loe?

Cewek: O my God! Hepi banget gue, yang. Sekarang gue bener-bener konfiden. Ya udah, mulai sekarang gue remove feeling gue pada cowok-cowok lain. Swear deh, gue milik loe seorang, yang. Kita weekend di Eldorado Green Hill aja.

Di radio

Tahun 60an:

[Suara bas, berbobot]: Saudara pendengar, kami putarkan sebuah lagu terbaru yang dinyanyikan biduan nan jelita bersuara merdu bak buluh perindu. Lagu ini persembahan ibu Tina di Pasar Baru untuk Bung Tono di Pasar Lama. Selamat mendengarkan…

Jangan lupa, setelah ini kita akan mendengarkan siaran pandangan mata kejuaraan sepak bola dunia dari London, Inggris. Banyak yang memperkirakan Brazil akan menjadi juara, karena kesebalasan ini memang jempolan.

Tahun 80an:

[Suara baritone, bergema]: Pemirsa, sebuah tembang teranyar dari penyanyi cantik bersuara emas. Tembang ini atas permintaan ibu Tina di pusat perbelanjaan Baru untuk Tono di Pusat Penjualan Lama.  Selamat menikmati..

Jangan lupa, setelah ini kita akan mendengarkan siaran langsung Piala Dunia dari London, Inggris.  Banyak yang meramalkan Brasil akan jadi juara, karena kesebelasan ini hemang hebat.

Sekarang:

[Suara cempreng, cadel]: Buat kamu-kamu liseners [listeners], sebuah nomor paling gress dari vokalis cantik hasil operasi plastik . Ini rekues [request] dari Tina yang sedang hang out di the New Supermal buat Tono di the The Old Supermall. You got it!…

Stay tune, sehabis ini kita akan menyimak liputan World Cup sepak bola, laif [live] dari London, yu ke [UK]. Banyak yang memprediksi Brasil akan menjadi jara, karena tim ini memang oke.

Pernyataan pejabat, pengamat, politisi

Tahun 60an:

Dunia usaha dan perniagaan kita sedang mandek karena kenyataan politik yang tidak menggembirakan. Kita harus mencari jalan keluar dari keadaan centang perenang ini  dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Kita semua harus ambil bagian dalam penyelesaikan perkara-perkara penting secara menyeluruh.

Setiap perkara kita tinjau secara seksama agar keadaan bisa diterawang sehingga kita bisa meanggapi setiap masalah dengan jalan keluar yang mengandung berbagai langkah.

Tahun 80an:

Bidang swasta dan perdagangan kita sedang mengalami penurunan karena keadaan politik yang tidak mendukung. Kita harus mencari pemecahan atas kemelut ini sesingkat mungkin. Kita semua harus berperan serta dalam penyelesaian masalah-masalah krusial secara tuntas.

Setiap persoalan harus kita periksa agar keadaan bisa diperkirakan sehinga kita bisa menangkal setiap masalah dengan pemecahan yang mengandung beberapa pilihan

Sekarang:

Sektor bisnis dan market kita sedang mengalami stagnasi karena situasi politik yang tidak kondusif. Kita harus mencari solusi atas krisis ini. Kita semua harus aware dan berpartispasi dan berkolaborasi dengan mengakselerasi solusi atas kasus-kasus  strategis secara komperhensif.

Setiap kasus itu harus kita eksaminasi agar situasi bisa diprediksi sehingga kita bisa mengantisipasi setiap kondisi dengan memberikan solusi yang mengandung beberapa opsi. Misalnya, estimasi erupsi Merapi bisa dikalkulasi melalui observasi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: