<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Padepokan Kafil Yamin</title>
	<atom:link href="http://kafilyamin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kafilyamin.wordpress.com</link>
	<description>Catatan-catatan tercecer seorang wartawan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 11:28:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kafilyamin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/e14a9420d9065ebe9f19e7731d4e3497?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Padepokan Kafil Yamin</title>
		<link>http://kafilyamin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kafilyamin.wordpress.com/osd.xml" title="Padepokan Kafil Yamin" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kafilyamin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jurnalisme Warga</title>
		<link>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/08/jurnalisme-warga/</link>
		<comments>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/08/jurnalisme-warga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2011 15:15:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kafil Yamin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalisme Warga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kafilyamin.wordpress.com/?p=812</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu Jurnalisme Warga? Paruh akhir dekade ini, dalam dunia media, muncul apa yang disebut Citizen Journalism. Di Indonesia, mulai populer dengan sebutan Jurnalisme Warga. Syukurlah, ada yang cepat mempopulerkannya dalam bahasa Indonesia. Biasanya diserap bulat-bulat dari bahasa Inggrisnya supaya keren. Tapi, apa itu Jurnalisme Warga atau Citizen Journalism? Jawaban sederhanya: orang yang bukan wartawan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=812&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<h2>Apa itu Jurnalisme Warga?</h2>
</div>
<p>Paruh akhir dekade ini, dalam dunia media, muncul apa yang disebut <em>Citizen Journalism</em>. Di Indonesia, mulai populer dengan sebutan Jurnalisme Warga. Syukurlah, ada yang cepat mempopulerkannya dalam bahasa Indonesia. Biasanya diserap bulat-bulat dari bahasa Inggrisnya supaya keren.</p>
<p>Tapi, apa itu Jurnalisme Warga atau <em>Citizen Journalism</em>?</p>
<p>Jawaban sederhanya: orang yang bukan wartawan, atau warga masyarakat biasa, melakukan pekerjaan wartawan, seperti mencari berita dan mengumpulkan informasi, data, mewawancarai orang, menganalisis, dan menyampaikannya kepada khalayak.</p>
<p>Kenapa baru belakangan ini gejala ini muncul? Karena dulu tidak bisa. Sekedar mengumpulkan informasi, data, nanya sana-sini mungkin bisa, tapi mau diterbitkan dimana? Perusahaan media tidak akan sembarangan menerima berita atau hasil liputan yang dilakukan oleh orang yang bukan wartawan.</p>
<p>Sekarang bahkan anak SMP bisa menerbitkan tulisan atau celotehannya ke khalayak melalui berbagai saluran: dulu ada Friendster, lalu Multiply dan Blog.</p>
<p>Mencari informasinya bagaimana? Lha, sekarang apa susahnya. Ada jejaring twitter, skype, facebook, dan berbagai fasilitas obrolan [<em>chat</em>].  Informasi yang didapat mungkin bersifat sumber kedua, atau dari media lain, tapi apa salahnya? Toh wartawan warga bukan wartawan profesional.</p>
<p>Bahkan wartawan atau media profesional pun menggunakan sumber tidak langsung, seperti TV-TV kita me-relay CNN. Atau CNN me-relay SCTV. Atau koran A mengutip koran B dan sebagainya.</p>
<p>Jadi, Jurnalisme Warga sebenarnya merupakan akibat alamiah dari kemajuan teknologi informasi. Hal utama lain yang mendorong kelahiran jurnalisme warga adalah keinginan khalayak akan informasi yang lebih ‘alamiah’. Maksudnya, informasi yang mentah, belum dibingkai oleh rancangan dan kepentingan perusahaan media.</p>
<p>Keinginan semacam ini pun didorong oleh kemajuan teknologi informasi. Orang ingin mendapat informasi lebih dari yang disajikan media umum. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa perusahaan-perusahaan media  sudah keluar dari pengertian yang dibawa namanya sendir, ‘media’, karena dikuasai kepentingan pemodal atau penguasa. Akibatnya, banyak informasi yang tersaji adalah informasi hasil rekayasa.</p>
<p>Baiklah setiap orang bisa menerbitkan informasi. Tapi tanpa kredibilitas, siapa yang membaca atau nggunakan informasi semacam itu? Informasi hasil kerja para amatir?</p>
<p>Faktanya, Jurnalisme Warga berpengaruh besar dalam pemilu Amerikat Serikat sejak tahun 2008. Publik A.S. yang melihat pemberitaan media mapan sudah dikuasai partai politik, menemukan sumber informasi lain yang berlimpah dari jutaan blog milik perorangan. Para pemilik blog ini pun melakukan peliputan secara langsung di tempatnya masing-masing.</p>
<p>Tentu banyak berita buatan wartawan amatir itu tak dapat diandalkan. Banyak pula yang tak layak baca karena lebih banyak berisi hujatan. Tapi tak sedikit yang memberi perspektif lain dari yang disajikan media-media besar dan mapan.</p>
<p>Inilah yang menimbulkan kritik dari kalangan media profesional. Salah seorang di antara mereka adalah David Simon, mantan pewarta <em>Baltimore Sun</em> dan penulis, produser TV seri <em>The Wire</em>.</p>
<p>Dia bilang: “Sangat tidak enak membayangkan lembaga-lembaga A.S. yang begitu tersekat-sekat, menutup dan membela diri seperti kepolisian, sistem persekolahan, lembaga legislatif dan eksektuif dapat dirangkum oleh fakta-fakta yang didapat para amatir, yang mengumpulkan informasi tanpa bayaran, tanpa latihan, tanpa status yang membuat para pejabat sadar kepada siapa mereka berbicara.”</p>
<p>Simon menegaskan bahwa para pemblog [<em>bloggers</em>], yang menulis berdasarkan hobi, tak dapat menggantikan para wartawan berpengalaman, profesional dan terlatih.</p>
<p>Sebuah editorial majalah web <em>The Digital Journalist</em> mengungkapkan kritik senada; menentang penggunaan istilah <em>Citizen Journalism</em> dan mengusulkan diganti dengan <em>Citizen news gathering</em>.</p>
<p>“Wartawan profesional meliput kebakaran, banjir, kejahatan, persidangan legislatif dan kabinet tiap hari. Mereka juga punya jalur kebakaran, jalur kepolisian, keamanan atau jalur polisi rahasia yang memungkinkan mereka bisa masuk dengan menunjukkan identitas wartawan yang diakui departemen atau lembaga bersangkutan. Lha, wartawan warga, amatir, akan selalu berada di luar jalur-jalur itu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak mungkin gerbang Gedung Putih dibuka untuk mengizinkan seorang yang hanya bermodal ponsel berkamera untuk meliput sebuah acara kepresidenan.”</p>
<p>Pun, dari segi isi, sebuah tim penilti dari Universitas Missouri menemukan bahwa 60 situs Jurnalisme Warga dan blog yang paling populer di A.S. ternyata menyajikan informasi yang tidak begitu berbeda dengan media biasa.</p>
<p>Artinya, dari segi isi, Jurnalisme Warga tidak menutup atau mengisi kekurangan media profesional.</p>
<p>“Blog-blog dan situs Jurnalisme Warga ini bukan hanya kekurangan awak untuk meliput berita secara memadai, tapi juga para pengelolanya tidak punya sumber keuangan cukup dan pengalaman bisnis untuk membuat situs-situs mereka layak tayang,” kata Margaret Duffy, profesor Fakultas Jurnalistik Universitas Missouri.</p>
<p>Namun Duffy mengatakan bahwa media profesional maupun Jurnalisme Warga dapat hidup bersama. Bahkan ketika media-media profesional sekarang ini sedang mati-matian bertahan hidup karena masalah keuangan, di masa depan jurnalisme memerlukan media alternatif.</p>
<p>Tak adil jika hanya menampilkan kritik dari para awak media profesional. Para pengusung Jurnalisme Warga pun tak kurang sengitnya, dan sangat masuk akal. Dengar tanggapan William Bowles:</p>
<p><em>“ So because an &#8216;amateur&#8217; doesn&#8217;t get paid but does it for &#8216;love&#8217; somehow downgrades the writing?</em></p>
<p><em>So what of the garbage that daily passes for &#8216;professional journalism&#8217;, from the gossip to the lies, because the writer is paid makes it legit?</em></p>
<p><em>Haven&#8217;t we forgotten something here? The original meaning of journalist was someone who kept a journal of events?</em></p>
<p><em>Aren&#8217;t journalists just paid to write stuff that keeps the advertisers happy, else where&#8217;s the profit?</em></p>
<p>[“Jadi ,karena para amatir tidak dibayar dan melakukan peliputan karena kesukaan, maka nilai tulisannya rendah?”</p>
<p>Lalu bagaimana dengan sampah di berbagai harian ‘profesional’, mulai dari gosip sampai kebohongan? Tapi lantaran para pewartanya digaji lantas tulisan mereka bermutu? Begitu? Lupakah kita bahwa pengertian jurnalis sebenarnya adalah orang yang mencatat kejadian-kejadian…</p>
<p>Bukankah wartawan ‘profesional’ dibayar untuk menuliskan hal-hal yang menyenangkan pemasang iklan? Atau pihak lain yang memberi keuntungan?”]</p>
<p>Atau Anita Bhagwandas, yang mengungkapkan pengalaman hampir semua wartawan:</p>
<p><em>This would be great! Would definitely save hours of writing researching editing etc only then to have it sent back to you, to rewrite, change the angle,change the focus etc. Then for another two rewrites and to then be told they don&#8217;t actually need the piece anymore</em>.</p>
<p>[“Ini luar biasa! [Jurnalis warga] akan menghemat berjam-jam menulis, meneliti, mengedit dan semacamnya hanya untuk menerima kembali tulisan itu dari editor mereka [wartawan profesional] untuk ditulis ulang, diubah angle-nya, diubah fokusnya, dan seterusnya. Dan setelah itu semua dikerjakan, editor anda kemudian mengatakan bahwa tulisan itu tak diperlukan lagi.”]</p>
<p>Biarlah perdebatan itu berlangsung. Tapi rasanya terlalu arogan kalau pihak ‘media profesional’ merasa berderajat lebih tinggi. Seluruh manusia di dunia tahu alasan A.S. menyerang Irak adalah karena informasi media profesional bahwa rejim Saddam Hussein menyimpan senjata pemusnah massal.</p>
<p>Harus dicatat di sini media yang menyajikan berita tentang sejata Irak itu: <em>CNN, BBC, Washington Post, New York Times, Fox News</em>. Setelah satu bangsa dibantai dan satu pemerintahan berdaulat diruntuhkan, sampai detik ini berita senjata pemusnah massal itu tak lebih dari isapan jempol.</p>
<p>Sementara, jutaan blog, situs Jurnalisme Warga, tak henti-hantinya mempertanyakan dan menggugat pemberitaan media profesional yang tak lebih dan dak kurang adalah kebohongan itu.</p>
<p>Fakta lagi: ada keadaan-keadaan tertentu di mana media profesional tak mampu melakukan pekerjaannya, dan terpaksa harus bersandar pada Jurnalisme Warga. Ketika krisis politik Iran pecah beberapa waktu lalu, para wartawan asing tidak bisa meliput kejadian di sana karena dihalau keluar oleh para penguasa Iran, tapi informasi mengenai kejadian-kejadian mengalir setiap hari keluar Iran.</p>
<p>Siapa yang melakukannya? Para warga Iran melalui twitter, facebook, blog. Ironisya, para jurnalis profesional ‘terpaksa’ menggunakan informasi-informasi hasil liputan jurnalisme warga tersebut.</p>
<p><strong>Di Indonesia</strong></p>
<p>Apalagi di Indonesia, pemisahan Jurnalisme Warga dengan jurnalisme ‘profesional’ nyaris tak berlaku, kecuali dalam hal badan hukum. Berpaket-paket gosip, sertentetan rumpian, bertumpuk-tumpuk tahayul, berbaris-baris berita memihak, menghujat, tersaji tak habis-habisnya. Disajikan dengan cara yang sangat tidak profesional; bahasa gagap dan salah-salah; narasumber yang sangat tidak pantas; satu berita ditayang ulang puluhan kali. Belum menyebut stasiun-stasiun TV yang memakai narasumber palsu, dengan kemasan ‘investigasi’.</p>
<p>Sementara di beberapa blog milik warga biasa, kita sering menemukan informasi bagus dan pemikiran cerdas.</p>
<p>Kalau kita menonton wawancara atau persidangan DPR, pernyataan menteri atau jubir presiden di televisi, orang Indonesia layak tau diri bahwa itulah tampilan kepribadian, tingkat kecerdasan, dan mutu manusia Indonesia.</p>
<p><a href="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/koran3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-813" title="koran3" src="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/koran3.jpg?w=500" alt=""   /></a>Tapi ketika menjelajah internet, kita sering menemukan grup-grup diskusi yang cerdas. Sejumlah sarjana Indonesia jadi ilmuwan ternama di luar negeri tanpa sering namanya terdengar dalam pemberitaan sesering kita mendengar orang DPR yang konyol-konyol itu ngomong.</p>
<p>Atau pengamat karbitan yang rasanya dia sendiri tak tau persis apa yang dia omongkan.</p>
<p>Memang dunia maya juga banyak sampah, tapi peluang untuk menemukan mutiara sangat besar. Sementara di media profesional Indonesia pemirsa nyaris tak punya pilihan selain terpaksa menyaksikan sampah-sampah dan kekonyolan, kecuali mereka yang berlangganan teve kabel.</p>
<p>Malahan beberapa media ‘profesional’ merangkul jurnalisme warga. Seperti kompas yang memungut Kompasiana, atau Metro TV yang menayangkan video kiriman jurnalis warga.</p>
<p>Ini belum termasuk para wartawan ‘profesional’ yang juga bikin blog pribadi. Mereka biasa menumpahkan tulisan yang tak bisa atau tak layak dimuat di media tempat mereka bekerja.</p>
<p>Jadi, media profesional pun membajak Jurnalisme Warga.</p>
<br />Filed under: <a href='http://kafilyamin.wordpress.com/category/media-dan-jurnalisme/jurnalisme-warga/'>Jurnalisme Warga</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kafilyamin.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kafilyamin.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kafilyamin.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kafilyamin.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kafilyamin.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kafilyamin.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kafilyamin.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kafilyamin.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kafilyamin.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kafilyamin.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kafilyamin.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kafilyamin.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kafilyamin.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kafilyamin.wordpress.com/812/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=812&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/08/jurnalisme-warga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/411f9edd82844d6142193cf3e5ec788a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kafilyamin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/koran3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">koran3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makam kuno</title>
		<link>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/08/makam-kuno/</link>
		<comments>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/08/makam-kuno/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2011 06:34:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kafil Yamin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Non-kategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kafilyamin.wordpress.com/?p=805</guid>
		<description><![CDATA[Ratusan makam kuno ditemukan Lebih dari 900 makam kuno ditemukan di sebuah bukit di Desa Tambang Sawah, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Bengkulu. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lebong Yustin Hendri mengatakan, ratusan makam yang memiliki nisan yang dinomori itu sudah sejak lama diketahui masyarakat, namun jumlahnya tidak diketahui dengan pasti. &#8220;Warga setempat sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=805&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Ratusan makam kuno ditemukan</h2>
<p>Lebih dari 900 makam kuno ditemukan di sebuah bukit di Desa Tambang Sawah, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Bengkulu.</p>
<div id="attachment_806" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/1955506382-ratusan-makam-kuno-ditemukan-di-lebong.jpg"><img class="size-medium wp-image-806" title="1955506382-ratusan-makam-kuno-ditemukan-di-lebong" src="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/1955506382-ratusan-makam-kuno-ditemukan-di-lebong.jpg?w=300&#038;h=216" alt="" width="300" height="216" /></a><p class="wp-caption-text">Makam Kuno</p></div>
<p>Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lebong Yustin  Hendri mengatakan, ratusan makam yang memiliki nisan yang dinomori itu  sudah sejak lama diketahui masyarakat, namun jumlahnya tidak diketahui  dengan pasti.</p>
<p>&#8220;Warga setempat sudah lama tahu di bukit itu ada makam kuno, tapi  setelah kami cek ke lapangan ternyata jumlahnya hampir 1.000 makam dan  uniknya semua nisan bernomor,&#8221; katanya saat dihubungi dari Bengkulu,  Selasa.</p>
<p>Uniknya lagi, menurut dia, terdapat satu buah nisan berbentuk salib yang bertuliskan arab gundul.</p>
<p>Saat ini, petugas dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melakukan  pengawasan terhadap ratusan makam yang sudah dibersihkan dari lumut itu.</p>
<p>&#8220;Kami sudah melaporkan ke Bupati dan DPRD, selanjutnya dalam waktu  dekat akan berkoordinasi untuk menindaklanjuti temuan ini,&#8221; tuturnya,  menambahkan.</p>
<p>Yustin menuturkan terdapat berbagai versi yang berkembang di masyarakat terkait temuan ratusan makam kuno tersebut.</p>
<p>Sebagian mengatakan, ratusan nisan yang diberi nomor itu merupakan  makam para buruh pekerja tambang emas pada zaman Belanda pada 1905-1938.</p>
<p>&#8220;Ada juga yang mengatakan makam itu adalah makam orang Belanda karena ada salib tapi bertuliskan huruf arab,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Untuk meneliti ratusan makam kuno tersebut, pihaknya akan mengundang  Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) yang berkantor di Jambi  serta Balai Arkeologi Palembang, Sumatera Selatan. <a href="http://id.news.yahoo.com/repu/20110308/tid-ratusan-makam-kuno-ditemukan-di-lebo-0588b5b.html">Republika</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://kafilyamin.wordpress.com/category/non-kategori/'>Non-kategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kafilyamin.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kafilyamin.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kafilyamin.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kafilyamin.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kafilyamin.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kafilyamin.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kafilyamin.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kafilyamin.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kafilyamin.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kafilyamin.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kafilyamin.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kafilyamin.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kafilyamin.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kafilyamin.wordpress.com/805/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=805&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/08/makam-kuno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/411f9edd82844d6142193cf3e5ec788a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kafilyamin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/1955506382-ratusan-makam-kuno-ditemukan-di-lebong.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">1955506382-ratusan-makam-kuno-ditemukan-di-lebong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surili</title>
		<link>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/07/surili/</link>
		<comments>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/07/surili/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Mar 2011 01:27:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kafil Yamin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taman Hayati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kafilyamin.wordpress.com/?p=792</guid>
		<description><![CDATA[Surili ditembak Serombongan pengunjung Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [TNGP} kemarin menemukan surili [Presbytis comata] tergelatak bersimbah darah di resor Salabintana, kawasan eko-wisata baru Halimun, Cipelang, Desa Perbawati, Sukabumi. Sebuah lubang peluru terlihat di punggungnya. Petunjuk jelas bahwa binatang elok itu telah ditembak para pemburu liar. Binatang itu segera dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=792&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Surili ditembak</h2>
<p>Serombongan pengunjung Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [TNGP} kemarin menemukan surili [Presbytis comata] tergelatak bersimbah darah di resor Salabintana, kawasan eko-wisata baru Halimun, Cipelang, Desa Perbawati, Sukabumi.</p>
<p><a href="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/surili1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-793" title="Surili1" src="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/surili1.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Sebuah lubang peluru terlihat di punggungnya. Petunjuk jelas bahwa binatang elok itu telah ditembak para pemburu liar.</p>
<p>Binatang itu segera dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga [PPSC], Sukabumi, yang berjarak kira-kira 60 kilomter dari tempat kejadian. Binatang itu masih dibisa diselamatkan.</p>
<p>Kejadian penembakan itu bertepatan dengan hari jadi TNGP ke-13.</p>
<p>Namun menurut Budiyanto, seorang staff PPSC, binatang itu perlu penanganan lebih jauh untuk benar-benar bisa pulih.</p>
<p>PPSC kini mengundang bantuan dana untuk penanganan lebih jauh satwa tersebut.</p>
<p><a href="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/surili.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-794" title="surili" src="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/surili.jpg?w=216&#038;h=300" alt="" width="216" height="300" /></a></p>
<p>Di daerah sunda, binatang tersebut lebih dikenal sebagai lutung, sedangkan di Jawa Tengah disebut Rekrekan dan    dalam bahasa Inggris disebut sebagai Javan Langurs atau Grizzled leaf    monkey.</p>
<p>Secara umum, warna tubuh surili    dewasa mulai dari kepala sampai bagian punggung hitam atau coklat dan keabuan.    Sedangkan warna rambut jambul kepala dan kepala berwarna hitam. Rambut yang    tumbuh di bawah dagu, dada dan perut (ventral), bagian dalam lengan dan kaki    dan ekor, berwarna putih. Rambut alis kaku tumbuh mengarah ke depan. Warna kulit    muka dan telinga hitam pekat agak kemerahan.</p>
<p>Surili memiliki iris mata coklat    gelap. Anak yang baru lahir berwarna putih dan memilikigaris hitam mulai dari    kepala hingga bagian ekor. Panjang tubuh betina dan jantan hampir sama yaitu    berkisar 430 &#8211; 600 mm, dengan panjang ekor berkisar 560 &#8211; 720 mm. Berat tubuh    rata-rata 6,5 kg (Supriatna, J. &amp; E.D. Hendras. 2000)</p>
<br />Filed under: <a href='http://kafilyamin.wordpress.com/category/taman-hayati/'>Taman Hayati</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kafilyamin.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kafilyamin.wordpress.com/792/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kafilyamin.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kafilyamin.wordpress.com/792/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kafilyamin.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kafilyamin.wordpress.com/792/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kafilyamin.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kafilyamin.wordpress.com/792/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kafilyamin.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kafilyamin.wordpress.com/792/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kafilyamin.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kafilyamin.wordpress.com/792/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kafilyamin.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kafilyamin.wordpress.com/792/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=792&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/07/surili/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/411f9edd82844d6142193cf3e5ec788a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kafilyamin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/surili1.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Surili1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/surili.jpg?w=216" medium="image">
			<media:title type="html">surili</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>rarir</title>
		<link>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/06/rarir/</link>
		<comments>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/06/rarir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Mar 2011 07:22:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kafil Yamin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gambar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kafilyamin.wordpress.com/?p=788</guid>
		<description><![CDATA[Filed under: Gambar<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=788&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/raray1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-790" title="raray" src="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/raray1.jpg?w=500&#038;h=323" alt="" width="500" height="323" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://kafilyamin.wordpress.com/category/gambar/'>Gambar</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kafilyamin.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kafilyamin.wordpress.com/788/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kafilyamin.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kafilyamin.wordpress.com/788/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kafilyamin.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kafilyamin.wordpress.com/788/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kafilyamin.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kafilyamin.wordpress.com/788/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kafilyamin.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kafilyamin.wordpress.com/788/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kafilyamin.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kafilyamin.wordpress.com/788/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kafilyamin.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kafilyamin.wordpress.com/788/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=788&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/06/rarir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/411f9edd82844d6142193cf3e5ec788a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kafilyamin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/raray1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">raray</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>latar</title>
		<link>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/06/latar-2/</link>
		<comments>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/06/latar-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Mar 2011 02:10:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kafil Yamin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gambar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kafilyamin.wordpress.com/?p=785</guid>
		<description><![CDATA[Filed under: Gambar<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=785&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/layarbaru.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-786" title="layarbaru" src="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/layarbaru.jpg?w=500&#038;h=338" alt="" width="500" height="338" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://kafilyamin.wordpress.com/category/gambar/'>Gambar</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kafilyamin.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kafilyamin.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kafilyamin.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kafilyamin.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kafilyamin.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kafilyamin.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kafilyamin.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kafilyamin.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kafilyamin.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kafilyamin.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kafilyamin.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kafilyamin.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kafilyamin.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kafilyamin.wordpress.com/785/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=785&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/06/latar-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/411f9edd82844d6142193cf3e5ec788a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kafilyamin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/layarbaru.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">layarbaru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>popor</title>
		<link>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/05/popor/</link>
		<comments>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/05/popor/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Mar 2011 18:37:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kafil Yamin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gambar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kafilyamin.wordpress.com/?p=779</guid>
		<description><![CDATA[Filed under: Gambar<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=779&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/pipir2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-783" title="pipir2" src="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/pipir2.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p><a href="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/pipir.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-780" title="pipir" src="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/pipir.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://kafilyamin.wordpress.com/category/gambar/'>Gambar</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kafilyamin.wordpress.com/779/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kafilyamin.wordpress.com/779/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kafilyamin.wordpress.com/779/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kafilyamin.wordpress.com/779/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kafilyamin.wordpress.com/779/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kafilyamin.wordpress.com/779/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kafilyamin.wordpress.com/779/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kafilyamin.wordpress.com/779/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kafilyamin.wordpress.com/779/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kafilyamin.wordpress.com/779/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kafilyamin.wordpress.com/779/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kafilyamin.wordpress.com/779/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kafilyamin.wordpress.com/779/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kafilyamin.wordpress.com/779/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=779&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/05/popor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/411f9edd82844d6142193cf3e5ec788a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kafilyamin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/pipir2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pipir2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/pipir.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pipir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>latar</title>
		<link>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/05/latar/</link>
		<comments>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/05/latar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Mar 2011 17:22:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kafil Yamin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gambar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kafilyamin.wordpress.com/?p=768</guid>
		<description><![CDATA[Filed under: Gambar<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=768&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/tukanganyar1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-769" title="tukanganyar1" src="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/tukanganyar1.jpg?w=500&#038;h=562" alt="" width="500" height="562" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://kafilyamin.wordpress.com/category/gambar/'>Gambar</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kafilyamin.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kafilyamin.wordpress.com/768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kafilyamin.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kafilyamin.wordpress.com/768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kafilyamin.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kafilyamin.wordpress.com/768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kafilyamin.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kafilyamin.wordpress.com/768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kafilyamin.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kafilyamin.wordpress.com/768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kafilyamin.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kafilyamin.wordpress.com/768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kafilyamin.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kafilyamin.wordpress.com/768/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=768&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/05/latar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/411f9edd82844d6142193cf3e5ec788a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kafilyamin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/tukanganyar1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tukanganyar1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>gambir</title>
		<link>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/05/gambir/</link>
		<comments>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/05/gambir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Mar 2011 16:29:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kafil Yamin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gambar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kafilyamin.wordpress.com/?p=765</guid>
		<description><![CDATA[Filed under: Gambar<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=765&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/tukanganya3r.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-773" title="tukanganya3r" src="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/tukanganya3r.jpg?w=500&#038;h=677" alt="" width="500" height="677" /></a></p>
<p><a href="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/latarbolog.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-766" title="latarbolog" src="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/latarbolog.jpg?w=500&#038;h=395" alt="" width="500" height="395" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://kafilyamin.wordpress.com/category/gambar/'>Gambar</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kafilyamin.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kafilyamin.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kafilyamin.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kafilyamin.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kafilyamin.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kafilyamin.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kafilyamin.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kafilyamin.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kafilyamin.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kafilyamin.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kafilyamin.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kafilyamin.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kafilyamin.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kafilyamin.wordpress.com/765/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=765&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/05/gambir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/411f9edd82844d6142193cf3e5ec788a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kafilyamin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/tukanganya3r.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tukanganya3r</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/latarbolog.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">latarbolog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wacana terkini</title>
		<link>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/03/wacana-terkini/</link>
		<comments>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/03/wacana-terkini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2011 02:51:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kafil Yamin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Non-kategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kafilyamin.wordpress.com/?p=760</guid>
		<description><![CDATA[Kelompok non-partai , kekuatan alternatif Indonesia Kelompok independen, atau non-partai, jadi penentu kemenangan Perdana Menteri Australia yang sekarang: Julia Gillard. Padahal, anggota parlemen independen itu hanya menambahkan 2 suara kepada Gillard. Tapi jumlah cuma dua ini mengakhiri kebuntuan politik Australia selama 17 hari. Tanpa ketelibatan politisi non-partai itu, persaingan antara Gillard yang diajukan Partai Buruh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=760&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Kelompok non-partai , kekuatan alternatif Indonesia</h2>
<p>Kelompok independen, atau non-partai, jadi penentu kemenangan Perdana Menteri Australia yang sekarang: Julia Gillard.</p>
<p>Padahal, anggota parlemen independen itu hanya menambahkan 2 suara kepada Gillard. Tapi jumlah cuma dua ini mengakhiri kebuntuan politik Australia selama 17 hari. Tanpa ketelibatan politisi non-partai itu, persaingan antara Gillard yang diajukan Partai Buruh dan Tony Abbott yang diajukan koalisi nasional Liberal, akan terus buntu sampai hari ini.</p>
<p>Di Mesir, kekuatan non-partai pula yang berhasil menggulingkan Hosni Mubarak. Di beberapa negara bagian di Amerika Serikat, kekuatan non-partai semakin menentukan.</p>
<p>Bisakan kelompok seperti itu lahiar di Indonesia? Peluang untuk itu cukup besar dan sangat mungkin. Kenapa? Alasan satu-satunya adalah karena non-partai! Orang tidak usah membentuk partai yang sudah banyak dan bikin pusing ini. Dan nampaknya cukup banyak yang tak berminat kepada politik praktis. Pengikat orang-orang independen hanyalah kesamaan ide, kepedulian, dan kemauan untuk berbuat. Betapa murah biaya untuk menjadi kekuatan politik yang menentukan.</p>
<p>Seusai Mubarak angkat kaki, Partai berkuasa di Mesir, National Democratic Party [NDP], tak kuasa menjegal 52 caleg non-partai. Dalil-dalil ‘organisasi ilegal’ yang dilekatkan pada caleg-caleg tersebut tak dipedulikan kejaksaan negeri para fir’aun itu.</p>
<p>Ada 34 parti politik di Mesir, yang diwakili 456 kursi parlemen. Toh mereka semua kalah oleh Ikhwanul Muslimin, kelompok non-partai yang tengah menentukan jalannya politik dan arah sejarah Mesir hari ini.</p>
<p>Oleh media Barat, Ikhwanul Muslimin dicap sebagai kelompok keagamaan radikal. Namun mereka adalah kekuatan mayoritas kekuatan politik dan keagamaan. Ketika Hosni Mubarak yang didukung Amerika Serikat harus menerima kenyataan bahwa dia sudah tak diterima rakyat Mesir, media-media barat pun menyebut kekuatan anti-Mubarak ini sebagai ‘pro-democracy’. Munafiknya minta ampun.</p>
<p>Terlepas dari itu, kekuatan non-partai A.S pula, Green Party, yang menuntut Obama untuk menghentikan dukungan finansial kepada Mubarak, sehingga kejatuhan presiden asuhan Amerika itu semakin pasti.</p>
<p>Kenapa gerakan rakyat Mesir begitu masif dan luas? Alat dan cara komunikasi apa yang mereka gunakan sehingga bisa cepat tersebar dan menjadi itikad khalayak? Jawabannya: alat dan cara yang sedang kita gunakan, yakni facebook dan twitter. Mereka tidak menggelar rapat-rapat ala partai dan ormas. Melainkan bergerak terus melalui komunikasi maya.</p>
<p>Jalan politik Mesir ke depan sudah terlihat jelas. Tidak mungkin negeri itu mengabaikan Ikhwanul Muslimin dalam pembuatan kebijakan-kebijakannya. Meskipun, ya, meskipun Ikhwanul Muslimin tak berminat ikut di pemerintahan. Namun kelompok ini menentukan jalannya negara tanpa berpartai!</p>
<p>Apa pelajaran yang bisa kita petik dari sini? Satu hal sudah jelas: partai-partai konvensional ternyata tidak cukup mewakili kekuatan-kekuatan nyata di masyarakat. Bukan hanya dalam keterwakilan, tapi juga dalam hal kehendak dan haluan bernegara.</p>
<p>Karena itu pula, tak mungkin sistem politik dan hukum di berbagai negara sekarang tak memberikan legitimasi kepada organisasi non-partai alias kelompok independen. Karena jika sistem politik dan hukum itu tidak memberikan ruang, maka kemacetan politik seperti yang terjadi di Australia tidak akan teratasi.</p>
<p><strong>Kekuatan non partai sedang jadi tren dunia</strong></p>
<p>Sebetulnya, kemunculan partai independen sudah agak lama. Ia mulai menarik perhatian politik dunia ketika Andrew Johnsont naik ke tampuk presiden Amerika Serikat pada pemilu 1832. Ia tidak dicalonkan Demokrat maupun Republik, tapi oleh kelompok non-partai – Independent Party.</p>
<p>Belakangan, nampak partai politik konvensional tak mampu lagi menampung aspirasi rakyat yang kebanyakan a-politis. Tingkat kepemilihan dalam berbagai pemilu di berbagai negara makin sedikit. Makin banyak yang tidak ikut memilih. Di Amerika tingkat kepemilihan terhitung rendah sejak empat dekade terakhir. Hanya kemunculan Barack Obama yang mendongkrak kembali jumlah pemilih Amerika.</p>
<p>Di berbagai negara, warga-warga masyarakat yang a-politis itu mulai mencari tokoh-tokoh dan organisasi alternatif, karena berpendirian abstain ternyata sama dengan membiarkan para politisi busuk dan penguasa korup semakin leluasa mengeksploitasi kekuasaan untuk kepentingan mereka sendiri.</p>
<p>Di negara-negara Barat, partai independen sering juga disebut ‘green party’, yang mengisyaratkan kepedulian mereka lebih kepada nasib alam. Maka isu-isu yang diusung adalah kesehatan lingkungan, pengurangan emisi karbon, penyelamatan hutan dan pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan. Mereka pun menganjurkan gayahidup sehat, hemat.</p>
<p>Mereka melihat masalah besar: penduduk Amerika Serikat yang tak seampai seperempat dunia menghabiskan 70 persen sumberdaya dunia! Karena gayahidup. Konyolnya, gayahidup Amerikalah yang diikuti negara-negara dunai ketiga, yang alamnya masih relatif bagus. Abege-abege dunia ketiga ramai-ramai ingin tampil seperti Jessica Alba atau Jenniver Lopez. Para ekskutifnya ingin hidup seperti Bill Gates, Jack Welch atau Ross Perot.</p>
<p>Tidak ada yang ingin hidup seperti Kang Rasman orang Cianjur yang hidup sederhana tapi berhasil membangun pembangkit tenaga listrik skala kecil untuk masyarakat di desanya. Desa Kang Rasman sampai kini asri, berudara segar, berair melimpah.</p>
<p>Dari Mesir, kekuatan non-partai menjalar ke Bahrain, Yaman, Lybia, dan sejumlah negara Timur Tengah lain – mendepak kekuasaan para emir yang sudah terlalu lama berkuasa dan hidup sangat hedonis. Pesta pora di Eropa. Mirip-mirip kelakuan para anggota DPR kita yang gemar jalan-jalan ke Eropa berkedok studi banding padahal nonton tarian erotis.</p>
<p>Salah satu isu utama yang memicu gerakan massif di Timur Tengah itu adalah sikap para emir dan instrumen kekuasaan mereka yang terlalu tunduk kepada Barat. Para emir ini memberi konsesi-konsesi minyak dan usaha lain kepada perusaan-perusahaan Eropa dan Amerika tapi mengabaikan kepentingan rakyatnya.</p>
<p>Persis seperti kelakuan para penguasa republik ini.</p>
<p>Bahrain adalah sekutu A.S yang paling utama. Di pantainya bermarkas Angkatan Laut Paman Sam untuk membendung perkembangan militer Iran. Sikap ini didukung monarki-monarki negara Arab lain, seperti Suadi Arabia, Yaman, Yordania dan lain-lain, tapi tidak oleh rakyat negara-negara itu.</p>
<p>Sekarang, kenyataan poiltik sedang memperlihatkan bagaimana kekuasaan para emir dan sekutu-sekutu Barat mereka tergerus oleh gerakan rakyat melalui jaringan non-partai.</p>
<p>Apa artinya ini? Artinya adalah bahwa sistem politik konvensional sudah usang – termasuk sistem politik di negara-negara Barat. Buktinya, kelompok non-partai pun tumbuh di A.S., Eropa dan Australia. Alam politik dunai nampaknya sedang memperbaharui diri.</p>
<p>Lihat. Di Oregon, John Kitzhabor memenangi pemilihan gubernur hanya setelah dicalonkan dan didukung partai independen yang tumbuh dramatis di wilayah itu. Sekarang, politisi-politisi dari partai besar rame-rame mendekati kelompok independen itu untuk memperoleh dukungan.</p>
<p><em>The growth of the Independent Party has exploded since it formed in 2007 and now has about 57,000 members. That may explain why major-party candidates are seeking its nomination.<br />
</em><br />
<strong>Kelompok non-partai di Indonesia</strong></p>
<p>Di negeri kita, sudah jelas kelompok non-partai tak dapat diabaikan atau dihalangi. Dalam pemilu legislatif kemarin, Demokrat yang menang 60persen suara tetap saja tidak bisa menjadi pemenang mayoritas. Dan karena itu tidak bisa juga mendominasi DPR. Bahkan dalam pembentukkan kabinet, ia harus berkoalisi dengan partai-partai kecil.</p>
<p>Ada sejumlah koalisi yang dipaksakan karena sebetulnya garis politik partai-partai yang berkolalisi itu agak bertentangan. Lucu juga melihat PDIP harus berkoalisi dengan Golkar; Golkar dengan Demokrat; di luar koalisi, Gerindra harus bergandengan tangan dengan Hanura. Untung Partai Komunis sudah anumerta. Kalau masih hidup bisa saja ia berkoalisi dengan PKB – demi kekuasaan.</p>
<p>Koalisi-koalisi penuh muslihat dankotor itu tidak akan terjadi kalau saja ada ‘partai’ non-partai, yakni kelompok independen. Pasti Demokrat atau apapun akan memilih berkoalisi dengan kelompok non-partai untuk memelihara garis politik mereka agar tidak bertabrakan dengan mitra koalisi. Dan pilihan yang paling cerdas adalah kekuatan non-partai! Kenapa? Karena kelompok ini tidak punya kepentingan berkuasa!</p>
<p>Tidak punya kepentingan berkuasa tapi ia ingin kekuasaan dijalankan menurut gagasan-gagasannya, yang pasti lebih murni untuk kebaikan negara dan bangsa karena sepi dari kepentingan kekuasaan itu. Sederhahanya, kelompok independen tak berminat ikut pemerintahan tapi berminat kuat mengendalikan jalannya pemerintahan.</p>
<p>Siapa kelompok itu di Indonesia? Belum muncul. Bila ia nanti muncul, mereka adalah orang-orang pikiran dan aspiranya yang tak terwakili oleh praktik pemerintahan dan legislatif sekarang. Mereka tak merasa perlu berkuasa tapi ingin kekuasaan dijalankan sesuai ide-ide mereka.</p>
<p>Cukup banyak orang Indonesia yang cerdas , berminat murni, berkepedulian kuat pada nasib bangsa dan negara. Mereka akan menjadi penentu jalannya kekuasaan di Indonesia.</p>
<p>Bagaimana caranya?</p>
<p>Tentu saja ada sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan untuk sampai ke tahap itu. Pertama, mereka harus mulai menginvetarisir agenda-agenda utama yang akan mereka mintakan nanti kepada penguasa untuk dijalankan. Misalnya, kelompok ini merekomendasikan beberapa hal berikut:</p>
<p>-          Moratorium [Penghentian] utang luar negeri.</p>
<p>-          Peninjauan ulang kontrak karya dengan perusahaan pertambangan asing.</p>
<p>-          Pemberlakuan kode etik untuk anggota DPR</p>
<p>-          Pemberhentian secara tidak hormat para Bupati, Gubernur, Presiden, yang tidak memenuhi janji-janji yang diucapkan selama kampanye.</p>
<p>-          Pengawasan lebih ketat di perairan Indonesia terhadap kapal-kapal asing</p>
<p>-          Penindakan tegas atas setiap komersialiasi pendidikan di kalangan sekolah negeri.</p>
<p>Anda bisa menambahkan lebih banyak atau meringkasnya lebih sedikit.</p>
<p>Setelah ide-ide ini mengendap dan mengkristal. Ia menjadi agenda nasional. Agenda pembaharuan. Mereka tidak akan mengulangi kesalahan reformasi dulu yang tanpa konsep. Yang hanya punya satu agenda: Soeharto turun, tanpa rumusan jelas apa setelah itu.</p>
<p>Bagaimana mensosialisasikan agenda pembaharuan tersebut? Mereka sedang melakukannya sekarang: berkomunikasi antar teman, sembari tiap-tiap kita terus memperluas jaringan. Tuntutan-tuntutan tindakan selanjutnya nanti akan timbul dengan sendirinya secara alamiah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://kafilyamin.wordpress.com/category/non-kategori/'>Non-kategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kafilyamin.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kafilyamin.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kafilyamin.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kafilyamin.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kafilyamin.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kafilyamin.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kafilyamin.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kafilyamin.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kafilyamin.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kafilyamin.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kafilyamin.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kafilyamin.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kafilyamin.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kafilyamin.wordpress.com/760/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=760&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/03/wacana-terkini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/411f9edd82844d6142193cf3e5ec788a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kafilyamin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiriman Asep Salahudin</title>
		<link>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/02/koalisi-karnadi-anemer-kodok/</link>
		<comments>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/02/koalisi-karnadi-anemer-kodok/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 13:31:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kafil Yamin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Non-kategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kafilyamin.wordpress.com/?p=729</guid>
		<description><![CDATA[Koalisi Karnadi Anemer Kodok Oleh Asep Salahudin Kolumnis Pikiran Rakyat Karnadi Anamer Bangkong adalah sub judul novel terkemuka yang ditulis Sukria dan Yuhani tahun 1928 diterbitkan Dakhlan Bekti dan tahun 1963 diterbitkan ulang oleh Kiwari Bandung. Judul utamanya Rusiah Nu Goreng Patut (Rahasia si Buruk Rupa). Nampaknya justru sub judulnya yang lebih popular daripada judul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=729&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Koalisi Karnadi Anemer Kodok</strong></h2>
<h3>Oleh Asep Salahudin</h3>
<p>Kolumnis <em>Pikiran Rakyat</em></p>
<p><em><a href="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/asep1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-733" title="Asep" src="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/asep1.jpg?w=135&#038;h=150" alt="" width="135" height="150" /></a>Karnadi Anamer Bangkong</em> adalah sub judul novel terkemuka  yang ditulis Sukria dan Yuhani tahun 1928 diterbitkan Dakhlan Bekti dan  tahun 1963 diterbitkan ulang oleh Kiwari Bandung. Judul utamanya <em>Rusiah Nu Goreng Patut</em> (Rahasia si Buruk Rupa). Nampaknya justru sub judulnya yang lebih popular daripada judul utamanya.</p>
<p>Inti  cerita dari novel ini adalah siasat busuk si buruk rupa dan melarat,  Karnadi yang sudah beristeri dan punyak anak untuk menikahi janda jelita  Euis Awang ketika bertemu di tikungan di sebuah pasar. Terpesona  pandangan pertama. Dibantu kawannya Marjum  akhirnya siasat dtebar:  Karnadi mendapatkan pinjaman pakaian   kemewahan  Raden Sumtama, seorang  anemer (pemborong) yang kaya raya. Singkat cerita disampaikan kepada  isterinya oleh Marjam bahwa suaminya tertabrak dan mati. Di antar  Marjum, Euis Awang di lamar dan cintanya diterima, di samping karena  orang tua Euis Awang yang sangat gila harta.</p>
<p>Akhir cerita,  kebusukan itu terbongkar ketika di sebuah belokan anaknya di pinggir  jalan menunjuk  arah Karnadi (ayahnya) yang tengah berada di samping  Euis Awang di sebuah kendaran. Ketika Euis Awang menoleh dan merasa iba   justru Karnadi menyebut orang yang ada di pinggir jalan itu tak lebih  sebagai si gila. Marjum pun sadar, ia merujuk  kepada Karnadi untuk  mengunjungi istrinya yang sudah lama mencari bahkan ke Rancabadak dengan  jalan kaki. Semula ajakannya ditolak, namun setelah ia meminjam uang ke  istrinya berangkatlah ke kampung halamannya sambil membawa sedikti  oleh-oleh. Namun yang ditemui adalah anaknya yang telah meninggal dan  istrinya  yang sakit keras. Puncaknya terbongkarlah rahasia itu, Euis  Awang mendapatkan malu besar, dan Karnadi tidak bisa lagi berkelit. Di  puncak kekalutan ia menutup riwayatnya dengan menghanyutkan diri ke  Sungai Citarum  yang sedang meluap.</p>
<p><a href="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/karikatur-asep1.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-736" title="karikatur asep" src="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/karikatur-asep1.jpg?w=500" alt=""   /></a>Sebuah novel dengan  narasi dan pesan yang jelas: bagaimana rahasia kebusukan dan segala   bentuk tipu daya serapat apapun lambat namun pasti akan terbongkar.  Hanya persoalan waktu. Bahwa di antara manusia, ada banyak orang yang  ingin meraih keinginannya dengan cara jalan pintas: menebar kepalsuan,  mengubar janji, mengoperasikan muslihat. Hasrat untuk hidup bergelimang  kebendaan supaya nafsu primitif tersalurkan telah membuatnya gelap mata  sehingga akhirnya menghalalkan segala cara: <em>tunggul di rarung catang di rumpak.</em></p>
<p><strong>Seolah-olah</strong></p>
<p><em>Karnadi Anemer Bangkong</em> ini kalau kita tarik dalam konteks kekinian terutama dalam atmosfer  politik kita akan mendapatkan relevansinya. Justru saat ini kita melihat  para politisi mewarisi watak Karnadi. Terbongkarnya korupsi di  legislatif, rekening gendut perwira kepolisian RI, kejaksaan dan hakim  yang terseret kasus Gayus  adalah bukti tak terbantahkan bagaimana  buramnya politik dan tatakelola birorasi kita.  Tradisi politik dalam  aras kebangsaan kita bukan kutub koalisi dan opsisi tapi transaski</p>
<p>Politik <em>Karnadi Anemer Bangkong</em> inilah yang telah menjebak  bangsa kita  merubah wujud menjadi, istilah   Stanislav Andreski dalam <em>Kleptocracy or Corruption as a System of Government</em> (1968)  negara <em>kleptokrasi.</em> Ciri-cirinya dengan sangat sempurna telah kita miliki: praktek korupsi  dilakukan secara terorganisir yang dimainkan oleh empat anemer, yaitu  pejabat negara, aparatus biroktasi, anggota parlemen, dan sektor swasta  (pengusaha).   Bangsa dengan  kekayaan alam tak terhingga, namun angka  kemiskinan  semakin menampakkan grafik menaik karena semuanya hanya  meminjam  ‘ke Raden Sumtama’,    menyebabkan kita menjadi  bangsa yang  berada di halaman belakang dari lembaran bangsa-bangsa yang ada di Asia.  Sedikit lebih unggul dari Laos. Indeks Pembangunan Manusia Dunia,  Indonesia berada di peringkat ke-110. Di aras global pasar bebas,  Indonesia menjadi bangsa yang tak siap untuk melakukan kompetisi. Survei  <em>World Competitiveness Report</em> 2001 oleh Forum Ekonomi Dunia (WEF) menempatkan Indonesia di urutan ke-64 dari 75 negara dalam <em>Growth Competitiveness Index</em>/GCI), urutan ke-55 dalam <em>Current Competitiveness Index/</em>CCI). Di antara 19 negara APEC, Indonesia menempati rengking ke-19 untuk GCI dan ke-16 untuk CCI.</p>
<p>Inilah  aras politik yang diisi banyak Karnadi  yang terhipnotis hanya  kejelitaan Euis Awang. Politik  yang penuh intrik dan kolutif (dengan  Marjum). Politik yang sudah kehilangan ideologi kecuali hanya  meniyasakan satu: ideologi kebendaan hedonistik yang dalam novel Yuhani  disimbolisasikan orang tua Euis Awang. Karena Karnadi  bersolek  kemewahan, tanpa harus merasa perlu menelusuri asal usulnya, lamarannya  langsung diterima, dirinya di contreng untuk menjadi wakil dari sekian  obsesinya</p>
<p>Karnadi dalam konteks politik adalah &#8211;istilah  Nietszhe&#8211; kerumunan manusia yang lebih mengerikan dari monster  sekalipun sebab mereka lebih berminat untuk menyalurkan hasrat  perkaumannya ketimbang berhidmat kepeda kepentingan halayak. Aksioma  Ketamakan (Axiom of Greed) yang berbunyi “the more is the better” atau  “semakin banyak semakin bagus” dengan mentah-mentah diterapkan yang  kemudian berujung pada mental menyesatkan-nya Hobbes, &#8220;Kelangsungan  hidup dari mereka yang tersiap&#8221; <em>(the survival of the fittes). </em></p>
<p><strong>Melawan lupa</strong></p>
<p>Namun sayang,  <em>Karnadi Anemer Bangkong</em> itu kerap berhenti sebatas teks sebagai dokumen potret manusia masa  silam pra kemerdekaan tanpa ada upaya untuk melakukan kontekstualisasi  dalam sejarah kekinian. Karnadi hanya menjadi tokoh fiktif tempat di  mana rasa tak senang kita tumpahkan walaupun tanpa terasa justru banyak  di antara kita berubah wujud: memerankan sebagai karnadi-karnadi baru  dengan siasat yahng tidak kalah cerdik (licik) untuk meraih ‘Euis Awang’  yang maknanya dalam  signal kontemporer dapat beragam.</p>
<p>Teks  dan fakta sejarah yang telah menjebak kita menjadi bangsa anomali  sering kita lupakan. Kita sering melakukan kesalahan yang sama untuk  kesekian kalinya. Tragedi Karandi yang merasa harus menenggelamkan diri  ke sungai yang meluap tidak pernah <em>nyaliara</em> dalam layar bawah  sadar. Menjadi sangat masuk akal seandainya Milan Kundera mentahbiskan  perang melawan lupa adalah inti dari perjuangan. Dan perang seperti ini   seharusnya terus kita kobarkan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://kafilyamin.wordpress.com/category/non-kategori/'>Non-kategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kafilyamin.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kafilyamin.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kafilyamin.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kafilyamin.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kafilyamin.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kafilyamin.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kafilyamin.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kafilyamin.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kafilyamin.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kafilyamin.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kafilyamin.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kafilyamin.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kafilyamin.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kafilyamin.wordpress.com/729/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kafilyamin.wordpress.com&amp;blog=2670324&amp;post=729&amp;subd=kafilyamin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kafilyamin.wordpress.com/2011/03/02/koalisi-karnadi-anemer-kodok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/411f9edd82844d6142193cf3e5ec788a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kafilyamin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/asep1.jpg?w=135" medium="image">
			<media:title type="html">Asep</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kafilyamin.files.wordpress.com/2011/03/karikatur-asep1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">karikatur asep</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
