Mengusap air mata di atas firdaus
Syahdan, di suatu masa yang sangat silam, tergelarlah sehampar firdaus di Bumi, tepat di irisan garis Katulistiwa. Di sana, tanaman yang baik-baik dan bearoma lezat tumbuh, satwa-satwa elok bercengkrama, sungai dan telaga bening tersedia. Udara hangat, panas, dan dingin pun ada..
Engkau tahu, ini gambaran semua kitab suci tentang kasih Tuhan..
Engkau tahu, Tuhan tidak sedang mengiming-imingi surga, tapi mewujudkannya di hadapanmu. Di bawah kakimu. Di atas kepalamu. Di saluran nafasmu….sejak awal waktu
Di suatu masa yang sangat kemudian, manusia menamakan firdaus ini sebagai Indonesia.
Di bawah tanahnya yang gembur subur adalah emas dan pualam; di pojok-pojoknya adalah minyak, gas dan berbagai daya.
Lautnya bertabur ikan segar. Di dasarnya adalah intan dan permata. Sepanjang pantainya adalah tempat mata memanja…amat eloknya…
Doa para penghuninya adalah: “Ya Tuhan, sudah lebih dari cukup dengan yang Engkau berikan. Kami hanya perlu menjaga semua ini. Mampukan kamu untuk tugas itu..”
“Kami hanya perlu untuk tidak menumpahkan darah dan menebar kebencian di tanah ini, di bawah langit cinta kasih yang Engkau naungkan pada siang dan malam kami.”
“Bila kami malah menderita di sini, pasti, hanya karena kedurhakaan kami.”

Sip, Kang. Kemaruk, sombong, dan dungu menjadi penyebab karunia yang berlimpah di negeri ini berubah menjadi sumber musibah yang nyaris tiada henti. Haruskah kedurhakaan itu dibiarkan hingga negeri ini benar-benar menjadi neraka kehidupan yang mengerikan?
Banyak dari kita telah menjadikannya neraka.
nyatanya,ada juga bahkan mungkin banyak yang merasa bagian dari negeri ini justru semakin membuat keindahan firdaus khatulistiwa ini semakin buram,.
Indonesia, riwayatmu kini
janten sedih kang, macana . diantos kunjungan balik.
Padepokan yang kaya arti, layak dibaca untuk direnungi di hati, lalu aksen mengubah negeri yang carut marut menuju baldatun toyyibatun warobbun ghofuur. tuangkan idea-idea kreatifmu dan selamat berkarya, Indonesia menanti.
Blog ini semakin cantik aja, kaya dengan khasanah ilmu, rasanya betah berlama-lama disini seperti di ruang perpustakaan nasional. Selamat berkarya buat bangsa dan negara.
Wassalam ===dz===
kereeenn…
ijin share ya…
Hayu atuh, kedah kumaha urang teh!…..naha rek cicing bae!
Selalu penuh inspirasi. Mampir juga di blog http://www.iissofiahra.com dan beri penilaian tentang segalanya Kang Kafiel