11 Komentar

Teras

Mengusap air mata di atas firdaus

Syahdan, di suatu masa yang sangat silam, tergelarlah sehampar firdaus di Bumi, tepat di irisan garis Katulistiwa. Di sana, tanaman yang baik-baik dan bearoma lezat tumbuh, satwa-satwa elok bercengkrama, sungai dan telaga bening tersedia. Udara hangat, panas, dan dingin pun ada..

Engkau tahu, ini gambaran semua kitab suci tentang kasih Tuhan..

Engkau tahu, Tuhan tidak sedang mengiming-imingi surga, tapi mewujudkannya di hadapanmu. Di bawah kakimu. Di atas kepalamu. Di saluran nafasmu….sejak awal waktu

Di suatu masa yang sangat kemudian, manusia menamakan firdaus ini sebagai Indonesia.

Di bawah tanahnya yang gembur subur adalah emas dan pualam; di pojok-pojoknya adalah minyak, gas dan berbagai daya.

Lautnya bertabur ikan segar. Di dasarnya adalah intan dan permata. Sepanjang pantainya adalah tempat mata memanja…amat eloknya…

Doa para penghuninya adalah: “Ya Tuhan, sudah lebih dari cukup dengan yang Engkau berikan. Kami hanya perlu menjaga semua ini. Mampukan kamu untuk tugas itu..”

“Kami hanya perlu untuk tidak menumpahkan darah dan menebar kebencian di tanah ini, di bawah langit cinta kasih yang Engkau naungkan pada siang dan malam kami.”

“Bila kami malah menderita di sini, pasti, hanya karena kedurhakaan kami.”

11 comments on “Teras

  1. Sip, Kang. Kemaruk, sombong, dan dungu menjadi penyebab karunia yang berlimpah di negeri ini berubah menjadi sumber musibah yang nyaris tiada henti. Haruskah kedurhakaan itu dibiarkan hingga negeri ini benar-benar menjadi neraka kehidupan yang mengerikan?

  2. nyatanya,ada juga bahkan mungkin banyak yang merasa bagian dari negeri ini justru semakin membuat keindahan firdaus khatulistiwa ini semakin buram,.

  3. janten sedih kang, macana . diantos kunjungan balik.

  4. Padepokan yang kaya arti, layak dibaca untuk direnungi di hati, lalu aksen mengubah negeri yang carut marut menuju baldatun toyyibatun warobbun ghofuur. tuangkan idea-idea kreatifmu dan selamat berkarya, Indonesia menanti.

    • Blog ini semakin cantik aja, kaya dengan khasanah ilmu, rasanya betah berlama-lama disini seperti di ruang perpustakaan nasional. Selamat berkarya buat bangsa dan negara.
      Wassalam ===dz===

  5. Hayu atuh, kedah kumaha urang teh!…..naha rek cicing bae!

  6. Selalu penuh inspirasi. Mampir juga di blog http://www.iissofiahra.com dan beri penilaian tentang segalanya Kang Kafiel

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 841 pengikut lainnya.