Mengusap air mata di atas firdaus
Syahdan, di suatu masa yang sangat silam, tergelarlah sehampar firdaus di Bumi, tepat di irisan garis Katulistiwa. Di sana, tanaman yang baik-baik dan bearoma lezat tumbuh, satwa-satwa elok bercengkrama, sungai dan telaga bening tersedia. Udara hangat, panas, dan dingin pun ada..
Engkau tahu, ini gambaran semua kitab suci tentang kasih Tuhan..
Engkau tahu, Tuhan tidak sedang mengiming-imingi surga, tapi mewujudkannya di hadapanmu. Di bawah kakimu. Di atas kepalamu. Di saluran nafasmu….sejak awal waktu
Di suatu masa yang sangat kemudian, manusia menamakan firdaus ini sebagai Indonesia.
Kenikmatan mana lagi yang hendak engkau ingkari?
Di bawah tanahnya yang gembur subur adalah emas dan pualam; di pojok-pojoknya adalah minyak, gas dan berbagai daya.
Maka, kenikmatan lagi yang hendak engkau sia-siakan?
Lautnya bertabur ikan segar. Di dasarnya adalah intan dan permata. Sepanjang pantainya adalah tempat mata memanja…amat eloknya..
Maka, kenikmatan mana lagi yang engkau khianati?
Kini, apa yang engkau lakukan terhadap itu semua? Apakah engkau melindungi dan merawatnya? Apakah engkau pernah mensyukurinya?
Hanya kedurhakaanmu. Hanya karena kedurhakaanmu. bila engkau malah menderita di atasnya..


Sip, Kang. Kemaruk, sombong, dan dungu menjadi penyebab karunia yang berlimpah di negeri ini berubah menjadi sumber musibah yang nyaris tiada henti. Haruskah kedurhakaan itu dibiarkan hingga negeri ini benar-benar menjadi neraka kehidupan yang mengerikan?
Oleh: Enjang Muhaemin on Februari 20, 2011
at 1:00 am
Banyak dari kita telah menjadikannya neraka.
Oleh: Kafil Yamin on Februari 20, 2011
at 1:12 am
nyatanya,ada juga bahkan mungkin banyak yang merasa bagian dari negeri ini justru semakin membuat keindahan firdaus khatulistiwa ini semakin buram,.
Oleh: bae on Februari 21, 2011
at 3:16 am
Indonesia, riwayatmu kini
Oleh: mulyawandry on Februari 21, 2011
at 3:20 am
janten sedih kang, macana . diantos kunjungan balik.
Oleh: miswar on Maret 28, 2011
at 4:21 pm
Padepokan yang kaya arti, layak dibaca untuk direnungi di hati, lalu aksen mengubah negeri yang carut marut menuju baldatun toyyibatun warobbun ghofuur. tuangkan idea-idea kreatifmu dan selamat berkarya, Indonesia menanti.
Oleh: dicky elfaqier on April 28, 2011
at 4:41 am
Blog ini semakin cantik aja, kaya dengan khasanah ilmu, rasanya betah berlama-lama disini seperti di ruang perpustakaan nasional. Selamat berkarya buat bangsa dan negara.
Wassalam ===dz===
Oleh: Dicky Zulkarnaen on Desember 5, 2011
at 4:53 pm