Teras

Mengusap air mata di atas firdaus

Syahdan, di suatu masa yang sangat silam, tergelarlah sehampar firdaus di Bumi, tepat di irisan garis Katulistiwa. Di sana, tanaman yang baik-baik dan bearoma lezat tumbuh, satwa-satwa elok bercengkrama, sungai dan telaga bening tersedia. Udara hangat, panas, dan dingin pun ada..

Engkau tahu, ini gambaran semua kitab suci tentang kasih Tuhan..

Engkau tahu, Tuhan tidak sedang mengiming-imingi surga, tapi mewujudkannya di hadapanmu. Di bawah kakimu. Di atas kepalamu. Di saluran nafasmu….sejak awal waktu

Di suatu masa yang sangat kemudian, manusia menamakan firdaus ini sebagai Indonesia.

Kenikmatan mana lagi yang hendak engkau ingkari?

Di bawah tanahnya yang gembur subur adalah emas dan pualam; di pojok-pojoknya adalah minyak, gas dan berbagai daya.

Maka, kenikmatan lagi yang hendak engkau sia-siakan?

Lautnya bertabur ikan segar. Di dasarnya adalah intan dan permata. Sepanjang pantainya adalah tempat mata memanja…amat eloknya..

Maka, kenikmatan mana lagi yang engkau khianati?

Kini, apa yang engkau lakukan terhadap itu semua? Apakah engkau melindungi dan merawatnya? Apakah engkau pernah mensyukurinya?

Hanya kedurhakaanmu. Hanya karena kedurhakaanmu. bila engkau malah menderita di atasnya..

Tanggapan

  1. Sip, Kang. Kemaruk, sombong, dan dungu menjadi penyebab karunia yang berlimpah di negeri ini berubah menjadi sumber musibah yang nyaris tiada henti. Haruskah kedurhakaan itu dibiarkan hingga negeri ini benar-benar menjadi neraka kehidupan yang mengerikan?

    • Banyak dari kita telah menjadikannya neraka.

  2. nyatanya,ada juga bahkan mungkin banyak yang merasa bagian dari negeri ini justru semakin membuat keindahan firdaus khatulistiwa ini semakin buram,.

  3. Indonesia, riwayatmu kini

  4. janten sedih kang, macana . diantos kunjungan balik.

  5. Padepokan yang kaya arti, layak dibaca untuk direnungi di hati, lalu aksen mengubah negeri yang carut marut menuju baldatun toyyibatun warobbun ghofuur. tuangkan idea-idea kreatifmu dan selamat berkarya, Indonesia menanti.

    • Blog ini semakin cantik aja, kaya dengan khasanah ilmu, rasanya betah berlama-lama disini seperti di ruang perpustakaan nasional. Selamat berkarya buat bangsa dan negara.
      Wassalam ===dz===


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

Please log in to WordPress.com to post a comment to your blog.

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.